Saat Kritis, Bocah Penderita Kanker Laring ini Ditumpangkan Bus ke Rumah Sakit

Saat Kritis, Bocah Penderita Kanker Laring ini Ditumpangkan Bus ke Rumah Sakit

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 11:33 WIB
Saat Kritis, Bocah Penderita Kanker Laring ini Ditumpangkan Bus ke Rumah Sakit
Kondisi Abdul Mujib memilukan/ Ghazali Dasuqi
Situbondo - Kisah Abdul Mujib (12) yang menderita Kanker Laring atau kanker tenggorokan di Situbondo, cukup memilukan. Bocah SD ini terpaksa ditumpangkan bus umum untuk dibawa ke rumah sakit karena kondisi sudah kritis.

Kenangan pahit pada awal penyakit ganas menyerang tenggorokan anaknya pada Agustus 2014 tak bisa dilupakan sang ayah, Zainurrahman (39).

"Saat itu saya disuruh cepat. Karena kata dokter nasib anak saya sudah dalam hitungan jam. Waktu itu nafas Mujib memang sudah tersengal-sengal," kenang Zainurrahman kepada detikcom, Jumat (5/6/2015).

Setelah mendapat surat rujukan dari RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, ia segera melarikannya ke RS Saiful Anwar Malang yang jaraknya cukup jauh itu.

Saat itu kondisi Abdul Mujib cukup kritis. Namun, Zainurrahman tidak bisa berbuat banyak lantaran uang yang dikantongi sangat terbatas.

Bahkan, uang yang dimilikinya pun diperkirakan tidak cukup untuk menggunakan mobil ambulan. Zainurrahman akhirnya pun memutuskan untuk membawa sang anak yang sudah kritis itu dengan naik bus menuju ke RS Saiful Anwar Malang.

"Sepeda motor terpaksa saya tinggal di halaman parkir RSUD," tandasnya.


Menurut Zainurrahman, penyakit yang diderita buah hatinya pada awal muncul hanya berupa benjolan kecil seperti kelereng di leher.
Sang ayah baru tersadar itu penyakit berbahaya, setelah kondisi kesehatan Mujib terus menurun. Nafasnya juga semakin tidak normal. Seketika itu, Zainurrahman membawa anaknya ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

"Dari RSUD saya disuruh ke dokter di Jember, namanya dr Jimmy. Waktu itu juga Mujib saya bawa pakai sepeda motor. Nah, oleh dokter ini penyakit anak saya divonis penyakit kanker. Makanya, saya diminta cepat kembali lagi ke RSUD Situbondo untuk minta surat rujukan," ungkap Zainurrahman.

Demi perawatan medis sang anak, Zainurrahman harus bertahan di RS Syaiful Anwar Malang untuk beberapa bulan. Meski hampir semua pengobatan gratis karena menggunakan Jamkesda, namun Zainurrahman terpaksa harus mengeluarkan banyak biaya hidup.

Saat itulah, Zainur yang hanya berprofesi kernet angkutan kota mulai menjual aneka perabot rumah dan harta bendanya demi kesembuhan sang anak.

Kini kondisi bocah yang tinggal di Dusun Nyior Cangka, Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, semakin memprihatinkan.

Bukan hanya mengalami kebisuan permanen karena pita suaranya terpaksa harus diangkat. Kini, leher bagian atas si bocah malang itu terus mengalami pembengkakan ehingga menyebabkan sebagian lidah Abdul Mujib menjulur.

Tak hanya itu, kanker ganas yang menyerang bagian tenggorokan itu juga terus menyebar di tubuh Abdul Mujib. Orangtuanya pun membawa Abdul Mujib ke RS Saiful Anwar Malang untuk menjalani kemoterapi.

Halaman 2 dari 2
(ugik/ugik)
Berita Terkait