Bocah Penderita Kanker Laring di Situbondo ini Ingin Sembuh

Bocah Penderita Kanker Laring di Situbondo ini Ingin Sembuh

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 10:07 WIB
Bocah Penderita Kanker Laring di Situbondo ini Ingin Sembuh
Abdul Mujib, bocah 12 tahun yang menderita Kanker Laring/ Ghazali Dasuqi
Situbondo - Kondisi Abdul Mujib, bocah 12 tahun yang menderita Kanker Laring atau kanker tenggorokan di Situbondo, semakin memprihatinkan. Bukan hanya mengalami kebisuan permanen karena pita suaranya terpaksa harus diangkat.

Kini, leher bagian atas si bocah malang itu terus mengalami pembengkakan sehingga menyebabkan sebagian lidah Abdul Mujib menjulur keluar. Tak hanya itu, kanker ganas yang menyerang bagian tenggorokan itu juga terus menyebar di tubuh Abdul Mujib. Orangtuanya pun membawa Abdul Mujib ke RS Saiful Anwar Malang untuk menjalani kemoterapi.

Bocah yang tinggal di Dusun Nyior Cangka Desa Kesambirampak Kecamatan Kapongan ini pun sekarang terpaksa berhenti dari bangku sekolah sejak kelas V SD akibat penyakitnya tersebut.

"Mohon sumbangan doanya. Keinginan Abdul Mujib untuk sembuh dari penyakitnya cukup besar," kata Zainurrahman (39) kepada detikcom, Jumat (5/6/2015).

Ayah si bocah itu menambahkan, saat ini memang tidak ada tindakan medis lain selain kemoterapi. Karena menurut dokter yang menangani, papar Zainurrahman, penyakit yang diderita anak satu-satunya itu sudah memasuki stadium akhir.

"Kata dokter, anak saya sudah tidak bisa dilakukan operasi lagi. Makanya, kami berharap doa dari banyak pihak untuk kesembuhan anak saya. Sebagai orangtua, saya ingin anak saya sembuh dari penyakitnya," sambung sang ayah yang hanya berprofesi sebagai kernet angkutan kota ini.


Abdul Mujib sudah setahun berjuang melawan penyakitnya itu kurang mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Hanya saja, untuk ke RSU Syaiful Anwar di Malang, keluarga Abdul Mujib mendapat bantuan transportasi berupa ambulan dari puskesmas.

"Bentuk bantuan yang kami terima hanya ambulan menuju ke Malang. Sudah dua kali ini saya membawa anak saya ke Malang pakai ambulan puskesmas," tambah Zainurrahman.

Untuk kepentingan makan dan minum, tim dokter juga melubangi bagian perut Abdul Mujib. Praktis, untuk asupan makan si bocah kini hanya bisa dilakukan melalui selang kateter yang dipasang.

Halaman 2 dari 2
(ugik/ugik)
Berita Terkait