"Motifnya adalah cemburu. Tersangka curiga istrinya sering jalan bareng bersama korban," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kepada wartawan, Kamis (4/6/2015).
Takdir mengatakan, peristiwanya sendiri terjadi pada Rabu (13/5/2015). Agus sebenarnya sempat memperingatkan Indra agar tak menggoda istrinya lagi. Namun Indra menganggap remeh peringatan itu dan malah menantang Agus. Hal itulah yang membuat Agus emosi. Sepulang bekerja, Agus segera mengambil celuritnya. Pria warga Kapas Baru X itu langsung menuju kios Indra di Jalan Kapas Krampung.
Indra yang sedang duduk menjaga kios tiba-tiba dibacok dari belakang oleh Agus. Sabetan itu mengenai tangan kanan. Sabetan berikutnya mengenai kaki dan pinggang atas. Indra pun terkapar bersimbah darah.
Puas melakukan aksinya, Agus segera kabur. Indra lalu oleh warga dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, pria 33 tahun itu menghembuskan napas terakhirnya.
Agus sempat melarikan diri ke Semarang untuk menghindari kejaran polisi. Namun pada akhirnya Agus dapat diamankan.
Agus sendiri memang sangat kesal dengan Indra. Indra dianggapnya telah lancang merusak rumah tangganya. Meski mereka adalah teman di masa kecil, namun Agus tidak peduli.
"Istri saya memang dulu sempat pacaran dengan Indra. Tetapi akhirnya menikah dengan saya," ujar Agus. (iwd/iwd)











































