Simulasi ini melibatkan ratusan personel dari tiga Landasan Udara (Lanud) yakni Lanud Abdurahman Saleh Malang, Lanud Iswahyudi Madiun dan Lanud Hasanudin Makassar.
Menurut Panglima Komando Operasi TNI AU II, Marsda TNI Bahrim bahwa latihan tempur ini melibatkan ratusan personel.
"Latihan sikatan daya ini untuk meningkatkan kesiapan operasi satuan jajaran dan meningkatkan kemampuan tempur personil sehingga bisa menjaga keutuhan dan keamanan NKRI. Selain itu melatih kesiapan menjalankan operasi udara," kata Marsda TNI Bahrim.
Dalam simulasi operasi tersebut intelegen Indonesia telah menerima informasi ancaman dari negara tetangga di Kalimantan Utara. Berbekal dari itu, TNI AU melakukan operasi udara dengan menyerang pangkalan musuh menggunakan pesawat tempur.
Dalam operasi tersebut didahului dengan pengintaian melalui udara, menggunakan pesawat B 737 untuk mengetahui data kekuatan musuh. Selanjutnya dilanjutkan serangan udara langsung yang dilakukan oleh pesawat F-5 Tiger F-16 Faighting Falcon untuk menghancurkan sasaran pangkalan radar musuh.
Penyerangan dilanjutkan menggunakan pesawat SU-27/30 buatan Uni Soviet menggunakan meriam GSH 30 mm, peluru anti radiasi X-31, peluru kendali udara X-29 untuk menghancurkan landasan pacu, pesawat yang ada di darat dan pusat komando kendali musuh.
Simulasi operasi udara pun diakhiri dengan penerjunan pasukan khas (Paskhas) TNI AU sebanyak enam puluh personil dengan menggunakan pesawat C 130 Hercules. Dropping pasukan tersebut untuk mengendalikan dan mempertahankan pangkalan. (fat/fat)










































