Mengintip Aktivitas Bikhu di Vihara Majapahit

Mengintip Aktivitas Bikhu di Vihara Majapahit

- detikNews
Selasa, 02 Jun 2015 13:04 WIB
Mengintip Aktivitas Bikhu di Vihara Majapahit
Seorang bikhu sedang membersihkan vihara/Foto: Enggran Eko
Mojokerto - Sosok bikhu atau bante di mata masyarakat dianggap sebagai tokoh agama yang jauh dari kehidupan duniawi. Keseharian mereka diisi dengan berdoa dan membimbing umatnya.

Namun, sebagai manusia biasa, bante juga membutuhkan refreshing untuk menghilangkan kejenuhan. Lantas bagaimana cara mereka mengisi waktu senggang?

Kepala Maha Vihara Majapahit, Bante Wira berkenan berbagi kesehariannya dengan detikcom. Bikhu bernama asli Osman Wahyudi (37) ini menjelaskan secara rinci aktivitasnya selama 24 jam di vihara.

Dari obrolan itu, terkuak sisi menarik yang tidak diketahui kebanyakan orang. Meski sebagian besar waktunya dihabiskan untuk meditasi dan bersembahyang, namun terdapat beberapa waktu senggang.

Sebagai manusia biasa, bikhu kelahiran Kelurahan Tanah Kongsi, Kecamatan Pondok, Kota Padang, Sumatera Barat ini mengaku mengisi waktu senggangnya dengan banyak kegiatan. Salah satunya dengan berolah raga mengayuh sepeda angin. Aktivitas itu dia lakukan hampir setiap pagi.

"Hampir setiap pagi, kadang sendirian kadang dengan bikhu lainnya. Kalau bersepeda biasanya hanya sekitar kawasan Trowulan saja, masuk ke kampung-kampung," kata Bante Wira kepada detikcom saat ditemui di kediamannya di kompleks Maha Vihara Majapahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Selasa (2/6/2015).

Selain untuk menjaga kebugaran tubuhnya, bikhu jebolan STIAB Smara Tungga, Ampel, Boyolali ini menjadikan 'gowes' di pagi hari sebagai sarana untuk mengenal masyarakat. Uniknya, setiap kali bersepeda, Bante Wira enggan menanggalkan jubahnya. Hal ini tentunya mengundang perhatian masyarakat yang belum pernah melihatnya.

"Kalau melewati jalan yang belum pernah saya lewati, banyak orang yang memperhatikan saya. Namun, dengan bersepeda bisa bertemu dan ngobrol dengan banyak orang, termasuk petugas kepolisian, perangkat desa dan lainnya," ungkapnya.

Waktu senggang pada siang dan sore hari, lanjut Bante Wira biasa dia isi dengan membaca buku dan kitab Agama Budha. Selain itu, pada sore hari, beberapa bikhu yang menghuni Maha Vihara Majapahit juga menyempat diri untuk saling bertukar pikiran.

"Selebihnya untuk meditasi, bersembahyang dan mempelajari kitab," ujar pria yang telah 10 tahun menyandang gelar bikhu ini.

Selain Bante Wira, terdapat 6 bikhu lainnya yang menghuni Maha Vihara Majapahit. Antara lain Biksu Wiriyanadi, Wijananda, Maitri, Giri, Wiriya dan Bikhu Samanera.

Namun, para bikhu ini kadang kala harus mengisi kegiatan keagamaan ke luar kota. Pada peringatan hari raya Waisak tahun ini, para bante disibukkan melayani umat yang berdoa di vihara.

(Zainal Effendi/Zainal Effendi)
Berita Terkait