"Seperti Pileg dan Pilpres, jumlah DP4 menyusut setelah dilakukan kroscek data oleh Kemendagri," kata Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo kepada detikcom, Kamis (28/5/2015).
Ia menjelaskan, susutnya jumlah pemilih berdasarkan pilkada sebelumnya. Kemendagri akan melakukan kroscek NIK penduduk dengan kabupaten/kota lain.
"Kalau ditemukan ganda maka akan dianggap luar kota, seperti pengalaman pileg dan pilpres 2014," ungkap Suharto.
Suharto menambahkan, pihaknya saat ini terus memberikan update data secara online kepada kemendagri untuk pemutakhiran data pemilih Pilkada Surabaya 2015.
"Tiap hari kami update online, data warga yang keluar masuk serta lahir dan meninggal di Kota Surabaya," ujar dia.
Saat ini, data pemilih di Surabaya mencapai 2.183.258 orang, sementara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya, juga telah melakukan pemutakhiran DPT hingga akhir Februari 2015 untuk selanjutnya melakukan pemutakhiran data DPT tahap berikutnya berdasar data pemilih sesuai nama, alamat, RT, RW, dan NIK.
Untuk penyerahan data pemilih setelah dilakukan pemutakhiran data, kata Suharto, akan diserahkan langsung oleh Kemendagri ke KPU Pusat pada 3 Juni yang kemudian didistribusikan ke KPU Provinsi dan Kabupaten, Kota.
"Jadi bukan kami yang menyerahkan ke KPU Kota, tapi dari KPU pusat yang akan menyerahkan. Karena update data kami serahkan online ke Kemendagri," pungkas Suharto.
(Zainal Effendi/Imam Wahyudiyanta)











































