Menanggapi hal itu Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengaku siap jika ditunjuk secara resmi.
"Sampai saat ini belum ada surat resmi. Jika ditunjuk kami siap menjalankan program pemerintah," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pasuruan, Yoyok Heri Sucipto, Kamis (28/5/2015).
Jika ditunjuk secara resmi, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pesantren yang ada di Kabupaten Pasuruan. Ia yakin pihak pesantren akan menyambut dengan senang hati.
"Saya yakin pesantren siap. Soal anggaran nanti bisa dibicarakan dengan pusat," jelasnya.
Selain ke pesantren, pihaknya juga siap memberikan pelatihan kerja pada anak-anak pengungsi agar mereka bisa survive.
"Tentunya kita serahkan pada mereka, bisa mondok saja bisa juga mondok sambil latihan kerja," pungkas Yoyok.
Pemerintah merencanakan proses penempatan pengungsi Rohingya di Indonesia. Salah satu usulan yang diberikan adalah penempatan anak-anak yatim piatu Rohingya untuk ditempatkan di pesantren di Indonesia.
"Kami sudah koordinasi dengan Wapres dan Menlu, mereka dimungkinkan untuk diasuh. Apakah di RSPK Kemensos? Apakah di pesantren?" ujar Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2015).
Menurut Khofifah, Setelah dilakukan proses identifikasi, verifikasi dan validasi data, maka anak yatim piatu dari Rohingya dapat disebar langsung ke pesantren di Indonesia.
"Karena beberapa pesantren sudah menyampaikan langsung pada saya. Ada Cicurug, Sukabumi, Malang, Pasuruan dan Bojonegoro, mereka siap menampung anak-anak yatim yang siap untuk jadi santri. Mereka semua yang dari Rohingya beragama Islam," terangnya. (Budi Hartadi/Budi Hartadi)











































