"Pertanyaan kepada pak Djoko, untuk mencapai nomor (peringkat) 1, kira-kira apa masalahnya?," tanya CT kepada Djoko Santoso, carek urutan nomor 1, dalam debat publik di Ruang Garuda Mukti Gedung Rektorat Unair, Kampus C, Senin (25/5/2015).
Djoko menjawab bahwa pertama, kualitas dosen harus bagus, jika dosen tidak bagus maka lulusannya juga tidak bagus. Kedua, kualitas mahasiswa. Kualitas mahasiswa harus ditentukan dengan rekruitmen yang selektif.
"Dan ketiga adalah sarana prasarana, harus upgrade dan ditingkatkan," ujar Djoko.
CT kemudian beralih ke carek Nasih. "Anda tadi menyebut ingin bisa menyaingi dan melebihi Harvard. Gimana terobosannya?" tanya CT.
Selain menyebut dosen dan mahasiswa harus bagus, Nasih juga mengatakan bahwa penelitian dan publikasi ilmiah adalah hal penting lainnya. Menurut Nasih, peneltian pada ujungnya akan kembali ke mahasiswa dan masyarakat.
"Hasilkan lulusan yang uptodate serta mendorong penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas," ujar Nasih.
Dan kepada Umi, CT bertanya mengenai jalan Unair menuju ke tingkat atas. "Kira-kira cara Unair ke sana bagaimana?," tanya CT.
Umi mengatakan bahwa trek nya nanti adalah mempertahankan dan jika bisa meningkatkan capaian yang dilakukan rektor saat ini. Selain itu niat bekerja dan ikhlas adalah jalan lainnya.
"Menerapkan nilai dalam setiap langkah berdasarkan Excellence with Morality' sebagai semboyan Unair," ujar Umi.
(Imam Wahyudiyanta/Triono Wahyu Sudibyo)











































