"Biasanya permintaan naik hingga 30 % pada satu bulan menjelang lebaran," kata Marketing Division Head PT MPM Abdi Ronotana kepada wartawan sebelum pemberangkatan peserta Touring CBR ke Sarangan, Sabtu (23/5/2015).
Dengan waktu satu bulan tersebut, kata Abdi, tidak mudah bagi pihaknya untuk memenuhi permintaan karena terkait dengan sistem pengiriman dan produksi.
"Transportasi atau truk kita biasanya kalang kabut, pabrik juga,"lanjut Abdi.
Tetapi tren itu sudah mulai berubah. Meski prosentase kenaikan permintaan tetap, namun waktunya mundur menjadi dua bulan menjelang lebaran. Dan kenaikannya pun bertahap antara 10-15 %.
"Dua bulan jelang lebaran growthnya 10 %, nanti satu bulan jelang lebaran growthnya 15 %. Enak begitu, bertahap. Kami juga tidak kalang kabut," ujar Abdi.
Sementara itu, Presiden Direktur PT MPM Suwito menjelaskan bahwa secara keseluruhan, penjualan motor di Jatim mengalami penurunan pada kuartal I tahun ini. Penurunan untuk semua jenis motor sebesar 10 %.
"Tapi Honda masih menguasai pasar sebesar 35 %," ujar Suwito.
Suwito menambahkan, pasar motor sport sendiri mengalami penurunan sebesar 24 %. Khusus untuk motor sport high end, CBR masih mendominasi dibanding tipe sejenis dari merk lain.
Penjualan CBR di Jatim hingga Maret 2015 telah mencapai 3 ribu unit atau sebanyak 9-10 ribu unit per bulan. Surabaya masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi hingga 40 %.
"Target hingga akhir tahun 14-15 ribu unit," tandas Suwito.
(Imam Wahyudiyanta/Imam Wahyudiyanta)










































