Menurut rekan korban, Wiji, bahwa tembok tiba-tiba saja roboh dan ketiga korban berada di lokasi tembok. Mereka adalah para pekerja yang akan melakukan renovasi.
"Itu tembok lama mas, mau direnovasi. Mungkin karena tidak kuat, akhirnya ambrol dan roboh menimpa korban," jelas Wiji di lokasi.
Para korban tidak sempat melarikan diri dan terjebak di reruntuhan tembok. Dua korban tewas yakni, Mujianto (45) warga Pojok dan Adi (20) warga Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Sedangkan 1 orang dalam kondisi kritis bernama Mudi(35) warga Kecamatan Banyakan.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Yogi Made, membenarkan peristiwa itu. Pihaknya melakukan olah TKP bersama unit identifikasi.
"Intinya ada 4 orang pekerja yang sedang membuat tembok dan tidak ada tulangnya karena bobotnya sudah lama, mau dicor akhirnya roboh," jelas Yogi.
Untuk korban tewas dievakuasi ke RS Gambiran Kota Kediri dan Korban selamat sedang menjalani perawatan insentif karena patah tulang di bagian kaki.
"Masih kita selidiki, mereka bekerja dibayar dan robohnya temboknya pun karena sudah lama, kami akan memeriksa sejumlah saksi," imbuh Yogi.
(Fatichatun Nadhiroh/Fatichatun Nadhiroh)











































