Dump truk baru berhenti, setelah bagian baknya menabrak pohon asam di tepi jalan. Namun saat terguling-guling, penutup bak dump truk terlepas dan terlempar hingga mengenai pedagang pisang, yang sedang mengayuh sepeda angin di dekat lokasi kejadian.
Kerasnya benturan bak dump truk membuat si pedagang bernama Sayu, warga Desa Kertosari, langsung ambruk. Sepedanya juga ringsek. Pria 50 tahun itu akhirnya tewas karena sejumlah luka parah di sekujur tubuhnya.
"Korban meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Sopir dump truk selamat dan hanya menderita luka ringan di bagian dahi. Dump truk terguling diduga karena berusaha menghindari kecelakaan dengan bus yang datang dari arah berlawanan. Tapi kepastiannya masih diselidiki," kata Kanit Pos Lantas Baluran, Ipda Suratman, Rabu (20/5/2015).
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, kecelakaan itu berawal dari dua bus pariwisata yang datang dari arah Surabaya. Dua bus itu konon sama-sama melaju kencang dan ugal-ugalan. Benar saja, setibanya di jalan raya KM 252.200 arah Surabaya, di Desa/Kecamatan Banyuputih, bus yang ada di belakang menyalip bus di depannya.
Celakanya, pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul dump truk P 8916 UV yang disopiri Suriyanto. Suriyanto langsung banting setir ke kiri untuk menghindari kecelakaan.
"Waktu bus itu jejer, dari arah timur muncul dump truk. Pas menghindar langsung terpelanting dan terguling. Penutul bak belakangnya sampai lepas dan mengenai bapak yang naik sepeda ontel itu," tandas Hariyadi, pengendara sepeda motor yang saat kejadian sedang melintas.
Kecelakaan ini sempat membuat arus lalu lintas setempat terganggu. Arus kembali lancar, setelah polisi dibantu warga berhasil mengevakuasi bangkai dump truk ke tepi jalan.
(Fatichatun Nadhiroh/Fatichatun Nadhiroh)











































