Sudah 10 Tahun 'Hobi' Tambal Jalan Berlubang di Surabaya, Tuwek: Saya Ikhlas

Sudah 10 Tahun 'Hobi' Tambal Jalan Berlubang di Surabaya, Tuwek: Saya Ikhlas

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2015 01:41 WIB
Tuwek sedang menambal jalan berlubang di Gembong/Budi Sugiharto
Surabaya - Kakek Abdul Sukur alias Tuwek patut mendapat apresiasi. Aksinya menambal jalan aspal yang berlubang ternyata tak terasa sudah ditekuninya hampir 10 tahun lamanya.

"Sudah 10 Tahun ini saya nambal atau nutup aspal yang bolong rusak," kata Tuwek (65) kepada detikcom disela-sela menambal aspal yang berlubang di kawasan Gembong, Surabaya, Kamis (14/5/2015) dinihari.

Apa yang telah dilakoni sejak Surabaya dipimpin Wali Kota Bambang DH itu dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih dari siapapun.

"Saya ini sudah tua, anak enam. Yang saya lakukan ini tidak ada niat apapun kecuali menolong saja, agar tidak ada yang jatuh atau kecelakaan," kata Tuwek yang di siang hari menjadi pengayuh becak ini.

Ia mengaku kerap mendapat cibiran bahkan dianggap gila namun semua itu tidak membuatnya patah semangat. "Saya ya jalani aja yang menurut saya baik, niat saya cuma ibadah. Buktinya ini sudah 10 tahun, dan akan saya lakukan terus ke depannya," kata Tuwek yang mengaku memiliki 6 anak ini.

Di balik 'hobi' yang dilakoni, Tuwek mengaku Allah tidak akan diam. Namanya rezeki pasti akan datang sendirinya.

"InsyaAllah ada saja. Tiba-tiba ada yang ngasih uang dari dermawan. Tapi saya tidak meminta ya," kata Tuwek yang tinggal di Jalan Tambak Segaran Barat I dan bertetangga dengan Baktiono seorang anggota DPRD Surabaya dari PDIP ini.

Tuwek yang sudah renta ini masih tergolong perkasa. Selepas mencari rezeki sebagai pengayuh becak di depan pusat perbelanjaan ITC Undaan, ia banting stir keliling mencari jalan aspal yang berlubang atau menganga.

Dengan becaknya, Tuwek mencari sisa-sisa bongkaran gragal batu atau bekas aspal yang tak terpakai. Beban 2-3 kwintal diangkutnya menuju sasaran.

Tuwek lantas menutup lubang di jalan dengan bongkahan material yang dibawanya lantas dipecah dengan palu yang dibawanya. Hal itu dilakukan hampir setiap malam hingga dinihari.

"Saya masih kuat kok, InsyaAllah saya tidak berhenti," kata Tuwek yang telah ditinggal istrinya tercintanya pada 2014 lalu karena sakit komplikasi.

(gik/gik)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.