Abdul Sukur yang lebih akrab disapa Tuwek ini memiliki kebiasaan yang unik namun patut mendapat acungan jempol.
Tuwek yang sudah berumur 65 tahun ini setiap malam hingga dinihari selalu mencari jalan aspal yang berlubang atau rusak di kawasan Gembong, Bunguran hingga Undaan Kulon. Kawasan itu dipilih karena masuk rute sehari-harinya ketika mencari nafkah.
Bila menemukan jalan yang lubang, Tuwek langsung turun dan menutup lubang tersebut dengan bongkahan batu dan bekas aspal jalan yang dia kumpulkan dari bekas bongkaran dan galian.
"Saya cari bongkahan batu dan sisa aspal dari pembongkaran, terus saya pukuli supaya pecah kecil-kecil," terang Tuwek.
Material itu diangkut dengan becaknya. Setiap malam dia mengangkut beban material untuk menambal jalan seberat 2-3 kwintal di becaknya.
Pengamatan detikcom, Tuwek tampak sibuk menambal di Jalan Gembong yang aspalnya rusak sehingga berlubang.
Dua lubang berukuran sekitar 1 meter persegi itu pun lantas ditimbun dengan bekas aspal jalan yang dibawanya. Dengan berbekal palu, Tuwek memecah bongkahan aspal bekas jalan agar jalan tersebut kembali rata.
"Kan bahaya kalau ada motor terperosok di lubang ini," kata Tuwek sembari terus menata pecahan aspal. Tuwek yang tinggal di Jalan Tambak Segaran Barat I itu hingga Kamis (14/5/2015) dinihari masih asyik melakukan penambalan.
"Saya keliling setelah jam sembilan tadi, ini mau selesai. Ya besok malam cari jalan lubang lagi," kata Tuwek yang asli Kertopaten Surabaya ini.
Kisah tauladan Tuwek yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pengayuh becak ini sempat membuah heboh di sosial media setelah ada seorang warga Surabaya yang mengunggah sepenggal ceritanya.
"Saya akan melakukan ini sampai kapanpun, supaya tidak ada korban akibat jalan yang berlubang ini," kata Tuwek yang sehari-harinya mangkal di depan pusat perbelanjaan ITC di Undaan ini.
(gik/gik)