Hal ini disebabkan tingginya intensitas kendaraan yang lalu lalang di Surabaya serta faktor cuaca menjadi penyebab utama kerusakan jalan di Surabaya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP), Erna Purnawati mengaku tiap hari memanfaatkan 40-50 ton aspal atau setara luasan 400 hingga 500 meter persegi untuk perbaikan jalan. "Sehari bisa 5-7 titik dilakukan perbaikan atau penambalan tergantung tingkat kerusakan jalan," kata Erna dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (13/5/2015).
Ia menegaskan, lama pengerjaan penambalan jalan berlubang bisa dilakukan dalam sehari. 80 satgas yang dimiliki DBMP dibagi menjadi lima tim yang mulai beraktivitas sejak pukul 07.00 dengan memulai pembuatan campuran aspal yang kemudian pukul 12.00, tim mulai bergerak menuju ke lokasi jalan berlubang atau rusak untuk melakukan penambalan.
"Khusus untuk ruas jalan yang padat, perbaikan baru dilakukan malam hari, biasanya mulai pukul 21.00 Wib," ungkapnya.
Hari ini, satgas menutup lubang di beberapa kawasan Surabaya Timur diantaranya Kalirungkut sampai Pandugo, Bulakjaya, Gembong di Jl. Lidah Wetan (Unesa).
"Kita akui upaya penambalan yang terus dilakukan satgas tiap hari masih belum mampu mencakup keseluruhan problem jalan sekaligus. Untuk itu, perbaikan dilakukan satu per satu. Dalam hal ini, kami mendahulukan jalan dengan tingkat kerusakan parah serta dimensi lubang yang besar," pungkas Erna..
(ze/gik)











































