"Ada kenaikan bus pariwisata yang akan ke Bali. Namun, tak terlalu signifikan," kata Plt Kepala Cabang PT Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Saharudin Kotto kepada detikcom, Rabu (13/5/2015).
Saharudin Kotto menjelaskan, dalam kondisi normal, bus pariwisata yang masuk Pelabuhan Ketapang rata-rata hanya 125 unit. Kini, naik menjadi 200 lebih kendaraan. Mereka kebanyakan datang dari berbagai kota di Jawa. Ada juga yang dari Sumatera.
"Kebanyakan rombongan sekolah yang akan berlibur ke Bali. Ini kan long weekend, jadi banyak yang ingin liburan," jelasnya.
Ditambahkan, kenaikan hanya terjadi pada kendaraan bus pariwisata. Kendaraan pribadi dan sepeda motor kata dia masih relatif normal. Namun, ditemukan juga beberapa plat nomor kendaraan beberapa kota besar di Jawa yang ikut menyeberang ke Bali.
Kenaikan bus pariwisata ini mulai terjadi Selasa (12/05/2015) malam. Puncaknya diprediksi terjadi Rabu malam. Sebab libur pada hari Kamis dan Sabtu, digunakan wisatawan pergi berlibur ke Bali.
‎Pihaknya memprediksi, kenaikan kendaraan ke Bali ini hanya berlangsung sesaat. Apalagi, ini nyaris bersamaan dengan musim pengumuman kelulusan sekolah.
Kenaikan armada bus yang menyeberang ke Bali belum meningkatkan jadwal pelayaran kapal ke Bali dan sebaliknya.
"Semuanya masih normal, belum ada kenaikan trip pelayaran kapal," jelasnya.
Jumlah kapal yang beroperasi kata Kotto tetap 32 unit. Cuaca selat Bali yang bersahabat juga tak menganggu aktivitas pelayaran. Arus balik long weekend ini diprediksi akan terjadi, Minggu (17/5/2015) malam.
(bdh/bdh)











































