Pasutri itu adalah Teguh (45) dan Sriatun (37). Mereka melakukannya di rumah kontrakan mereka di Kendalsari I, Penjaringan Sari, Rungkut.
"Rumah itu dihuni lima orang. Pasuri tersebut, dua anaknya, dan ibu dari si perempuan atau nenek dari pasutri tersebut," kata Kanit Reskrim Polsek Rungkut AKP Sugeng Riyanto saat dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2015).
Sugeng mengatakan, peristiwa pagi hari itu terjadi saat sang nenek sedang memasak di dapur. Dua anak pasutri itu sudah berangkat sekolah. Entah apa yang terjadi, pasutri itu tiba-tiba cekcok. Dan yang terjadi kemudian adalah, sang nenek menjerit karena melihat anak dan menantunya roboh bersimbah darah.
"Yang perempuan ada luka sayat di leher dan yang laki-laki ada pisau menancap di perutnya," lanjut Sugeng.
Teriakan itu didengar warga yang segera datang untuk melihat apa yang terjadi. Keduanya oleh warga kemudian segera dilarikan ke RS Haji Sukolilo. Namun saat menjalani perawatan, Teguh meninggal. Sementara Sriatun masih selamat dan sedang menjalani operasi.
(iwd/iwd)











































