Pengedar ini adalah Yus Ismanto (34), warga Jalan Moro Krembangan. Ihwal perkenalan Yus dengan para ABK ini berawal dari pekerjaan Yus sebagai orang yang mengumpulkan sisa minyak Crude Palm Oil (CPO).
"Tersangka ini mengumpulkan sisa minyak goreng yang dibawa oleh kapal pengangkutnya," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi kepada wartawan, Senin (11/5/2015).
Yus tahu jika para ABK tersebut membutuhkan hiburan selepas berlayar. Karena itu Yus selalu menawarkan bantuan untuk mengantarkan para ABK itu ke tempat hiburan di Surabaya. Berawal dari situ, Yus kemudian mulai menawarkan sabu yang dipunyainya.
"Tersangka menawarkan rumahnya untuk mengisap sabu tersebut," lanjut Arnapi.
Setelah lancar dan banyak kenalan, Yus pun terus mendapat orderan sabu. Yang dilakukan Yus hanyalah menjemput para ABK itu di pelabuhan lalu membawanya ke rumahnya. Untuk menjemput para pelangannya, Yus menyewa sebuah mobil rental Daihatsu Xenia.
"Tetapi plat nopol mobil rental itu dipalsu," ujar Arnapi.
Plat mobil rental yang semula L 1702 DG, diubahnya menjadi B 1245 VBB. Yus mengganti plat mobil tersebut dengan alasan agar aman bila terjadi apa-apa nantinya.
Namun Yus sudah lama menjadi incaran polisi. Yus sendiri diamankan dirumah nya di Moro Kremabangan. Di rumah itu polisi juga menemukan sebuah pistol rakitan jenis revolver dengan dua peluru tajam, sejumlah sajam, 5,3 gram sabu, 1 butir pil ekstasi, timbangan elektrik, uang tunai Rp 4,6 juta.
"Tersangka mengaku mempunyai banyak sajam yakni celurit dan keris karena dia mempunyai banyak musuh juga, untuk jaga-jaga," jelas Arnapi.
Sementara untuk pistol, Yus mengaku bahwa pistol itu diberi oleh seorang ABK asal Kalimantan. Pistol itu merupakan alat tukar untuk sabu yang dibeli ABK tersebut.
"Tersangka biasa mendapatkan sabu itu dari Madura. Tersangka bisa memesan 10 gram sekali ambil," tandas Arnapi.
(iwd/fat)











































