Namun kabar itu tak terbukti. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi dan Dandim 0830/Surabaya Utara Letkol (inf) Verianto Napitupulu itu berjalan lancar.
"Pengamanannya normal seusai dengan kapasitas. Tak ada penolakan dari warga meski persepsi warga beda," tepis Arnapi kepada wartawan, Kamis (7/5/2015).
Ketimbang membahas pengamanan, Arnapi lebih suka menjelaskan tentang tabligh akbar yang membahas tentang pembendungan gerakan radikalisme dan terorisme untuk menjaga keutuhan NKRI. Tabligh akbar itu juga mengupas akar radikalisme dan makar mereka.
"Kami imbau agar tidak ada yang terpengaruh, terhasut, dan termakan dengan paham radikal dan ideologinya," ujar Arnapi.
Saat ini, kata Arnapi, ISIS masih menjadi fokus utama terorisme dunia. ISIS merekrut anggotanya dengan paham dan ideologi yang mereka hembuskan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke berbagai negara lain di belahan dunia.
Tabligh akbar seperti yang digelar STAI Ali Bin Abi Tholib sangat bermanfaat. Selain menambah ilmu, juga berfungsi sebagai kontrol agar tidak masuk atau mencoba ikut ke dalam paham radikal seperti ISIS.
"Dapat manfaat dari kegiatan ini tentang penanganan radikalisme dan terorisme," tandas Arnapi.
(iwd/iwd)










































