Namun, aksi pria berjaket hitam yang terekam CCTV sekitar 7 menit itu gagal membongkar brankas ATM.
Kapolsek Mojosari Kompol Mualimin mengatakan, percobaan pembobolan ATM BCA itu baru diketaui pada Kamis (7/5/2015) sekitar pukul 08.00 Wib. Saat itu security Swalayan Metro mendapati penutup boks ATM dalam kondisi terbuka. Sementara mesin ATM dalam kondisi mati.
Namun, percobaan pembobolan brankas ATM itu baru dipastikan setelah pihaknya menerima keterangan resmi dari Bank BCA. "Pukul 12.20 Wib tadi kami dapat konfirmasi dari security G4S pusat ada percobaan pembobolan ATM. Baru cover depan itu yang dirusak," kata Mualimin kepada wartawan usai olah TKP.
Mualimin menuturkan, percobaan pembobolan ATM itu terjadi sebelum pukul 03.00 Wib. Dari rekaman CCTV yang diputar petugas G4S Surabaya bersama tim identifikasi Polres Mojokerto, terlihat seorang pria berjaket hitam memasuki ATM pukul 02.47 Wib.
Nampaknya pelaku sudah menyiapkan aksinya dengan matang. Pelaku memakai penutup kepala warna hitam dan sarung tangan warna putih. Dengan sebatang linggis, pria ini berhasil mencongkel cover kotak ATM. Namun, pukul 02.54 Wib pelaku yang kesulitan membongkar brankas terlihat keluar dari ATM tersebut.
Selain meminta rekaman CCTV, lanjut Mualimin, pihaknya menyita sejumlah barang bukti dari dalam ATM. "Yang kami temukan (dari TKP) ada 3 lembar print out pengambilan uang tunai di ATM pukul 02.00 Wib, dan potongan kuku di dalam ATM. Kami masih belum tau kuku itu milik siapa," ungkapnya.
Mualimin menambahkan, untuk mengungkap kasus ini pihaknya akan memintai keterangan pihak Bank BCA. Sejauh ini polisi belum mendapatkan saksi yang melihat aksi percobaan pembobolan ATM ini. "Kita juga kerjasama dengan tim ident terkait dengan ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV," imbuhnya.
Dikonfirmasi pada kesempatan yang sama, karyawan bagian pengisian dan teknisi G4S Surabaya Iwan Ade menyatakan tidak ada satupun isi ATM yang hilang. Hanya saja kerusakan terjadi pada cover kotak ATM yang dicongkel pelaku. "Yang rusak pengunci otomatis dan handel pintu. Isinya tidak ada yang hilang, masih utuh," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































