Meski begitu, tidak semua fasilitas dan layanan pendukung untuk lalu lintas di Surabaya diapresiasi baik oleh Kemenhub. Ada beberapa masukan yang harus diperbaiki, agar Surabaya bisa meraih Wahana Tata Nugraha atau penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang mampu menata transportasi publik dengan baik serta kondisi lalu lintas.
"Ada beberapa koreksi seperti rambu tertutup pohon. Tapi secara prinsip besar tidak ada," kata Risma kepada detikcom usai melakukan rapat bersama SKPD terkait dan perwakilan Kemenhub di ruang sidang Walikota di Balai Kota Surabaya, Senin (4/5/2015).
Risma juga berharap, Kota Surabaya yang berencana akan membangun moda transportasi massal jenis trem bisa menyabet penghargaan WTN 2015 untuk kota metropolitan.
Kasubbid Dampak Transportasi Kemenhub Rusli Rahim mengaku sangat mengapresiasi terhadap pengelolaan lalu lintas Pemkot Surabaya yang memiliki Intelegent Transportation System (ITS).
"Kalau transportasi, lalu lintas bagus. Bahkan, ITS yang didalamnya terdapat CCTV itu salah satu yang terbaik di Indonesia," ujar dia.
Bahkan Rusli mendukung upaya Pemkot yang akan membangun moda transportasi massal berbasis trem dengan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia.
"Harapan kimi bisa segera direalisasikan. Termasuk sarana pendukung Park and Ride yang menjadikan perpindahan pengguna kendaraan menggunakan transportasi massal untuk menuju ke tempat tujuan," ungkap Rusli.
(ze/bdh)











































