Kapolrestabes Surabaya yang baru menjabat ini menganggap Wali Kota Risma adalah aset, dan jarang ditemukan. Sehingga pihaknya tidak ingin walikota perempuan pertama di Pemkot Surabaya itu jatuh sakit.
Untuk itu, kapolrestabes memerintahkan langsung kasatlantas untuk 'memantau' pergerakan Risma agar tidak lagi mengatur lalin Surabaya yang terkadang padat di saat-saat tertentu.
"Kalau sakit gimana, wong langka kayak gini dibiarin sakit. Hujan-hujan ngatur lalin, gak boleh lagi. Kasatlantas saya suruh memantau gerakan ibu, mobil anjing itu harus stand by," tegas Yan Fitri sambil tersenyum sambil memerintahkan kasatlantas untuk memantau pergerakan Risma mulai saat ini.
"Pantau terus kemana pergerakan bu wali," kata Yan yang langsung diiyakan Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP I Made Agus Prasetya.
Bahkan Yan Fitri, sudah berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan segala hal agar Risma tidak lagi mengatur lalu lintas. "Saya sudah janji. Bu Wali tidak boleh lagi ngatur lalin. Kalau ngatur lagi, saya lepasin anjing-anjing kita," ujarnya dengan nada guyon.
Mendengar dirinya disiapkan anjing oleh Kapolrestabes agar tidak lagi mengatur lalu lintas. Risma pun tertawa lepas. "Ya iya wong saya ini termasuk heritage. Sehingga harus dijaga," ujar Risma sambil tertawa.
(bdh/bdh)










































