"Kebanyakan memang menyanyi," kata salah satu panitia, Karel Anderson kepada detikcom di Dyandra Convention Center, Minggu (3/5/2015).
Selain menyanyi, ada bakat lain yang bisa jadi menarik perhatian para juri. Seperti bakat sulap yang ditunjukkan Anisa Nurhayati. Perempuan asal Klaten itu menunjukkan di hadapan peserta audisi lain. Saat itu Novi berhasil menukar uang Rp 1.000 yang dipegang Karel menjadi uang Rp 2.000.
"Saya belajar dari suami saya. Saya juga cukup sering show sulap," ujar Anisa.
Bakat merancang busana dipunyai oleh Rosa Nur Laili. Rosa yang masih duduk di kelas 3 SMK ini akan menunjukkan rancangannya kepada juri, plus corat-coret cara membuat rancangan tersebut.
"Saya banyak merancang baju karena pendidikan saya jurusan desain busana," kata Rosa.
Sementara itu, Cinantya Pinasthika menampilkan bakat akting dan musikalisasi puisi. Adegan marah dia tampilkan dengan meyakinkan. Suaranya yang lantang menggema mantap di ruang audisi.
Bakat tari ditampilkan oleh Tania Amalia Sari. Sejak keci, Tania sudah belajar menari. Dan sewaktu masih duduk di kelas 6 SD, perempuan 20 tahun asal Mojokerto itu sudah menjadi pengajar tari.
Bakat berbeda juga ditampilkan oleh Yussrotin Miftakhul Jannah. Perempuan yang disapa Yuselfa ini menampilkan bakat bela diri yang biasanya dilakukan oleh lelaki. Kendo dan Taekwondo adalah seni bela diri yang ditampilkan Yuselfa.
"Wanita tidak hanya bisa berprestasi di bidang modelling saja, di bidang bela diri juga bisa," kata Yuselfa.
Di hadapan para juri, Yuselfa yang sudah empat tahun mendalami kendo itu menampilkan kemampuannya melakukan gerakan tebasan menggunakan katana. Namun sebagai pengganti katana, Yuselfa menggunakan bokken atau pedang kayu.
(iwd/fat)











































