Para peserta karnaval yang semuanya siswa-siswi SDN Pacitan diberangkatkan dari ruas depan sekolah di Jl Brigjen Katamso. Mereka lantas diarak menyusuri Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Jl KH Dimyati, Jl Ahmad Yani, Jl Imam Bonjol, dan Jl JA Suprapto.
Setibanya di depan pendopo kabupaten, peserta karnaval dibawa masuk ke komplek kantor bupati. Di balkon pendopo, iring-iringan yang semuanya berjalan kaki disambut Kepala Dinas Pendidikan Sakundoko dan Ketua Dharma Wanita Kesatuan Ny Bety Suko Wiyono.
"Agar anak-anak menjiwai dan mampu mengimpelentasikan apa yang dicita-citakan oleh para para pahlawan," kata Sularsih, Kepala SDN Pacitan berbincang dengan detikcom terkait tujuan kegiatan tersebut, Sabtu (2/5/2015) pagi.
Sebenarnya, lanjut Sularsih, agenda ini sudah direncanakan sejak lama. Selain untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, kegiatan juga dirangkaikan Hari Kartini, serta menyongsong Hari Kebangkitan Nasional.
"Anak-anak diharapkan menjadi penerus yang berkualitas untuk melanjutkan perjuangan bangsa ini. Bisa diandalkan serta membanggakan," pesannya untuk para siswa.
Usai rehat sesaat dan menyapa pejabat daerah yang menyambutnya, peserta karnaval lantas berjalan keluar melalui gerbang timur pendopo. Mereka menuju sisi timur Jl JA Suprapto, Jl RA Kartini, Jl Dr Sutomo, Jl Veteran, dan berakhir di halaman sekolah SDN Pacitan, Jl Brigjen Katamso.
Panjangnya rute membuat anak-anak tampak kelelahan. Bahkan seorang siswi terpaksa menghentikan perjalanan dan naik mobil unit ambulans karena kurang sehat. Meski begitu, keseluruhan kegiatan karnaval berjalan lancar.
"Saking asyiknya sampai nggak terasa jalannya jauh sekali. Baru terasa capek sekarang," ujar Salwa Fahira, siswi kelas 2 dengan wajah bermandikan peluh saat dijemput orang tuanya di sekolah.
(fat/fat)











































