Seperti yang dilakukan PKB dengan Partai Gerindra. Meski masih belum ada deal politik hitam di atas putih, keduanya sudah menyamakan visi yakni menjadikan Surabaya lebih baik.
"Kalau komunikasi politik sudah kita jalin dan lakukan. Saat ini sudah dalam tahap persamaan persepsi dan itu sudah terjadi," kata Ketua Panitia Penjaringan Partai Gerindra Kota Surabaya, AH Tony pada detikcom, Rabu (30/4/2015).
Namun AH Tony memastikan Partai Gerindra sudah pasti berkoalisi dengan PKB untuk ikut dalam pertarungan Pilwali Surabaya yang rencanya digelar Desember 2015. "Kalau pastinya setelah penandatangan MoU, tapi sekarang mengarah kesana dan lebih dari sekedar penjajakan," ungkap dia.
Selain dengan PKB, Tony yang juga pengamat bangunan bersejarah di Surabaya ini juga mengungkapkan peluang masih adanya partai lain yang akan bergabung. "Masih sangat mungkin kawan partai lain bergabung dengan kita," imbuh Tony.
Alasan memilih PKB, lanjut Tony, yang pertama didasari terbatasnya jumlah kursi di legislatif yang tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri sehingga harus berkoalisi.
"Dengan PKB, kita sama sama mempunyai platform yang sama yakni menjadikan Surabaya lebih baik lagi serta jangan sampai apa yang sudah dilakukan Bu Risma kan sudah baik akan menjadi buruk setelah pilkada. Harus ada loncatan lagi untuk Surabaya," tegasnya.
Partai yang nakhodai Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pembina ini segera membuka sekertariat penjaringan mulai 1-5 Mei 2015. "Baik dari internal partai atau dari luar akan kita lakukan penjaringan yang hasilnya akan kita kompromikan dengan PKB yang sudah lebih dulu mengumumkan bakal calon," tutup Tony.
(gik/fat)











































