Yasin mengatakan, ular tersebut menampakkan diri pada Kamis (23/4) malam sekitar pukul 23.00 Wib. Ular dengan bobot 38 Kg itu berenang melawan arus mendekati belasan orang yang tengah asyik memancing ikan di tepi sungai. Melihat ular sepanjang 3,15 meter itu, para pemancing pun berhamburan.
Mendengar kepanikan warga, Yasin yang tengah menjaga warungnya di tepi sungai menghampiri keberadaan ular. Benar saja, ular piton yang lapar itu berusaha menyerang warga dengan naik ke bantaran sungai. Bapak 3 anak yang terbiasa menangkap ular ini pun turun tangan.
"Awalnya saya tangkap pakai jaring ikan, tapi jaringnya robek. Kemudian saya tangkap pakai tangan kosong saat ularnya naik ke daratan," kata Yasin kepada detikcom di lokasi, Minggu (26/4/2015).
Meski terlihat lapas dan berusaha menyerang. Dengan keahliannya menangkap ular, sang ular tersebut tak berkutik ketika bagian leher piton ditangkap tangan kosong oleh Yasing yang dibantu pedagang warung lainnya yang langsung dimasukkan ke dalam kandang kawat.
"Ular ini mungkin kelaparan sampai mencari makan ke tempat ramai manusia. Selama 4 tahun saya tinggal di tepi sungai, baru sekali ini ada ular sebesar ini," ujarnya.
Ular piton yang tergolong langka ini menjadi tontonan warga sekitar. Meski pernah ditawar tetangganya Rp 500 ribu, Yasin belum berniat menjual ular tersebut. Dia meletakkan ular piton itu ke dalam sangkar kawat tepat di depan warung kopi miliknya. Ular yang sebelumnya buas itu terlihat tenang setelah diberi makan tikus.
"Biar jadi tontotan anak-anak dulu. Saya belum kepikiran untuk menjual," pungkasnya.
(ze/ze)











































