Lamban Ungkap Kasus Pengeroyokan, Ratusan Warga Demo Polsek Sooko

- detikNews
Jumat, 24 Apr 2015 17:10 WIB
Mojokerto - Ratusan warga Desa Kedungmaling, Mojokerto, melurug Mapolsek Sooko, Jumat (24/4/2015). Massa menuntut agar kasus pengeroyokan yang menewaskan salah satu warganya segera diungkap.

Sekitar pukul 14.00 Wib, ratusan massa mendatangi Mapolsek Sooko di Desa Kedungmaling. Dengan penjagaan ketat aparat kepolisian, mereka menyuarakan tuntutannya.

Perwakilan warga, Yus Aliansyah mengatakan, warga Desa Kedungmaling menuntut agar polisi segera mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Bagus Purwanto (15). Warga menilai, Polsek Sooko yang telah dilapori sejak 7 hari lalu lamban mengungkap kasus tersebut.

"Malam ini sudah 7 harinya almarhum. Kenapa kok polisi belum juga mengungkap kasus ini, belum ada tersangka yang ditangkap," kata Aliansyah kepada wartawan di lokasi.

Aliansyah menjelaskan, Bagus tewas dikeroyok sekelompok orang saat melintas di Dusun Kedungbendo, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Jumat (17/4) malam. Anak ke 3 dari 5 bersaudara pasangan Purwadi (59) dan Sukarti Anggraeni (39) itu dilempari batu hingga terjatuh dari motornya.

Korban sempat dirawat di RSI Sakinah. Namun, nyawa korban tak tertolong akibat luka parah di kepalanya. Diduga aksi pengeroyokan itu dipicu knalpot sepeda motor korban yang bersuara keras saat melintasi Dusun Kedungbendo.

"Apa karena pelakunya warga desa sebelah yang dekat dengan mapolsek lantas kasus ini tidak juga ditangani? Warga meminta agar kasus ini segera diungkap," imbuh Aliansyah.

Menanggapi tuntutan warga, Waka Polres Mojokerto Kota Kompol Husein Abubakar turun tangan. Dia berjanji pihaknya akan segera mengungkap kasus ini. Namun, dia meminta agar warga bersabar. Sebab anggotanya masih menyelidiki kasus pengeroyokan ini.

"Kami berharap warga bersabar karena masih kami selidiki. Polisi tidak bisa grusah-grusuh menangani sebuah kasus," tandasnya.

Tak puas dengan jawaban polisi, ratusan warga melanjutkan aksinya dengan mendatangi Dusun Kedungbendo. Namun, aksi warga berhasil dicegah puluhan anggota polisi. Warga dihalau untuk keluar dari desa tersebut.


(bdh/bdh)