"Lima tahun lalu usaha ekspedisi Yudi (Hardi Wahyudi) di (Tanjung) Perak bangkrut," kata Roekani, bibi Yudi, kepada detikcom di Polsek Bubutan, Kamis (23/4/2015).
Setelah usahanya bangkrut, Yudi terlihat linglung. Depresi Yudi makin bertambah saat hubungan asmaranya dengan kekasihnya tak direstui orang tuanya karena perbedaan agama. Dan Yudi makin stres saat kekasihnya tersebut memutuskannya dan menikah dengan orang lain.
"Setelah kejadian bertubi-tubi itu, Yudi jadi aneh. Nggak mau mandi, nggak mau potong rambut, suka merenung sendiri," lanjut Roekani.
Namun selama itu, Yudi belum berbuat yang aneh-aneh yang membahayakan nyawa dirinya sendiri maupun orang lain. Hingga dua bulan lalu Yudi terlihat sedang mengasah pisau.
"Saat bapaknya bertanya hendak digunakan untuk apa pisau itu, Yudi malah menjawab jika pisau itu akan digunakan untuk mateni (membunuh) bapaknya sendiri," lanjut Roekani.
Saat itu Roekani sudah menyarankan Rukadji agar memeriksakan Yudi ke rumah sakit jiwa. Namun Rukadji tidak melakukannya. Dan sikap aneh Yudi akhirnya membawanya berbuat nekat menggorok leher bapaknya sendiri.
Kanit Reskrim Polsek Bubutan AKP Ghafar Daru mengatakan bahwa pihaknya belum berani memastikan apakah Yudi mengalami gangguan jiwa atau tidak.
"Menurut keluarganya, pelaku sedang depresi. Kami akan bawa pelaku ke psikiater Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Ghafar.
(iwd/iwd)











































