Sampel Makanan yang Racuni Kades Dikirim ke Lab Polda Jatim

Sampel Makanan yang Racuni Kades Dikirim ke Lab Polda Jatim

- detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 17:02 WIB
Malang - Insiden keracunan massal menimpa puluhan kepala desa se-Jawa Timur di Balai Diklat tengah diselidiki aparat kepolisian. Sebanyak lima saksi sudah dimintai keterangan secara maraton, termasuk penyedia menu makanan.

"Kami tengah selidiki. Sementara dengan sudah kami lakukan meminta keterangan lima saksi, termasuk catering," ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro kepada detikcom, Kamis (23/4/2015).

Dari hasil keterangan itu, menjadi bahan tambahan penyidik untuk menguak penyebab keracunan massal tersebut. Hingga kini Adam mengaku belum dapat membeberkan penyebabnya. "Sementara belum bisa pastikan," tegasnya.

Adam menambahkan, pihaknya sudah mengirim sampel dari sisa makanan yang disantap para kades. Sampel dikirim ke laboratorium forensik Polda Jatim. "Baru jam 2 tadi, sampel diterima laboratorium," imbuhnya.

Menurut dia, hasil sampel akan menjadi bahan penyidik mengembangkan penyelidikan dalam kasus ini. "Tapi kita harus menunggu hasil lab," tuturnya.

Penyidik sudah menyiapkan dasar hukum dalam penyelidikan kasus ini, yakni Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. "Pasal 135 UU Pangan jadi dasar kami," tandasnya.

Keracunan massal ini juga menarik perhatian Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Mereka turun langsung untuk mengetahui penyebab insiden tersebut. Sebelumnya, puluhan kades tengah mengikuti pelatihan pengembangan SDM di Balai Diklat Jawa Timur di Jalan Kawi, Kota Malang, mengalami keracunan.


(bdh/bdh)
Berita Terkait