Siswi SMK di Ngawi Hilang Diduga Diculik Pasutri

Siswi SMK di Ngawi Hilang Diduga Diculik Pasutri

- detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 15:39 WIB
Siswi SMK di Ngawi Hilang Diduga Diculik Pasutri
Meri Dwi Indriana, gadis yang diculik/Repro: Inam T
Ngawi - Seorang siswi SMK di Ngawi bernama Meri Dwi Indriana (16) dikabarkan hilang sejak 8 April 2015 lalu. Hingga saat, gadis asal Dusun Widodaren Lor, Desa Widodaren, masih belum diketahui keberadaanya.

Diduga, Sisiwi kelas 2 itu diculik oleh pasangan suami istri yang tinggal bersebelahan dengan kamar kost korban di Jalan Trunojoyo Ngawi.

Hilangnya anak ke dua ini membuat orang tua korban, Supar dan Purwati terus menangis.

Menurut kedua orang tua korban, Meri tidak pulang ke rumah sejak tinggal di rumah kost bersama tiga temannya untuk melaksanakan tugas PSG dari sekolah selama 3 bulan. Korban mengikuti tugas PSG di rumah mode Pertiwi Ngawi.

Selama tinggal di rumah kost, korban sempat berkenalan dengan pasangan suami istri bernama Susanto dan Wahyunissa, warga Kartoharjo Madiun. Karena sudah saling kenal, korban sempat mengajak kedua pasangan suami istri ini pergi ke rumah korban dan berkenalan dengan orang tua korban.

Tiga hari menjelang tugas PSG selesai, korban sempat menelpon orang tuanya dan mengabarkan akan segera pulang. Namun anehnya, meski sudah lewat 3 hari korban tak juga pulang.

Cemas dengan nasib anaknya, akhirnya kedua orang tua korban segera menyusul ke rumah kost. Namun sayang, korban sudah tidak ada di kost-nya. Menurut saksi, korban pergi bersama dua orang pasangan suami istri dengan naik becak dengan membawa dua anak kecil.

Menurut saksi, ciri-ciri pelaku yang membawa korban sama persis dengan foto perempuan yang pernah kost bersama korban. Bahkan foto perempuan tersebut sudah dibawa oleh orang tua korban.

Supar mengaku juga kehilangan kontak dengan anaknya. Namun ia pernah menerima SMS atas nama anaknya yang mengatakan agar ayahnya tidak melapor ke polisi.

Beberapa hari yang lalu tambah Supar, Meri juga pernah menelepon kakaknya dengan nomor tak dikenal, dan dia mengatakan berada di Kota Malang. Namun ketika ditelepon balik, nomor tersebut sulit dihubungi.

"Saya dapat SMS, isinya agar saya tidak melapor kasus ini ke polisi," ujar Supar kepada wartawan, Kamis (23/4/2014).

Sementara Purwati tak henti-hentinya menangis dan berharap agar anak gadisnya bisa segera pulang. "Saya hanya ingin anak saya bisa pulang," kata Purwati sambil menangis.

(bdh/bdh)
Berita Terkait