Menurut Dheny, penusukan yang dia alami terjadi sekitar pukul 12.00 Wib. Saat itu, putra pasangan Winarto (44) dan Suhartatik (37) ini hendak pulang ke rumahnya dari sekolah. Sekitar 150 meter dari simpang 3 Sambiroto, korban mengaku dihadang 2 pemuda mengendarai motor Yamaha Mio Soul warna hitam.
"Pelaku dari depan (dari arah Brangkal) menghentikan saya, mereka bilang serahkan HP kamu. Saya diam saja, terus dia ngambil dari saku jaket saya," kata Dheny kepada detikcom di IGD RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Saat dihadang, korban tak berani kabur lantaran diancam dengan pisau. Setelah merampas handphone Smartfren Andromax V2 miliknya, pelaku yang memakai helm menusuknya dengan sebilah pisau dari belakang. Setelah itu, kedua pelaku melarikan diri ke arah Surodinawan, Kota Mojokerto.
"Saat mau kabur saya ditusuk dari belakang sekali oleh pelaku yang dibonceng. Mereka kabur ke arah utara. Waktu itu ada orang lewat tapi endak nolong. Banyak anak MTS pulang sekolah juga," ungkapnya.
Selain kehilangan HP, korban juga menderita luka tusukan di pinggang belakang sisi kanan. Sembari menahan rasa sakit, Dheny meminta pertolongan warga sekitar. Pelajar kelas XI jurusan IPS di SMAN 1 Sooko ini dilarikan ke IGD RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo.
"Ciri-ciri pelaku usianya 20an tahun tahunan, yang depan tak pakai helm. Hanya yang belakang yang pakai helm. Dia yang menusuk saya," imbuhnya.
Belum ada polisi yang menangani kasus ini. Terlihat ayah korban, Winarto mendampingi putranya di ruang IGD. Korban telah mendapatkan perawatan dari rumah sakit. "Memang kalau sekolah sendirian. Setelah ini akan saya laporkan ke polisi," tandasnya.
(bdh/bdh)











































