Sebagai persiapan, dalam pameran tunggalnya yang digarap Sanggar Merah Putih 18-21 April lalu, Nana yang merupakan salah satu pelukis wanita di Kota Surabaya ini menyertakan sebuah kursi yang dilukisnya.
Kursi yang dilukis dengan gambar bunga kesukaan Nana itulah yang akan dipamerkan di negeri seberang itu. Untuk event amal bertaraf internasional itu, ada empat kursi yang disertakan Nana.
Menurut panitia acara Imis Iskandar, Nana terpilih diantara pelukis-pelukis wanita di Indonesia. "Bu Nana bahkan satu-satunya pelukis dari Indonesia yang saya ajak diajang ini," kata Imis yang ayahnya meninggal karena kanker, Kamis (23/4/2015).
Lukisan di atas kursi itu menurut nenek tiga cucu ini adalah persembahannya untuk para penderita kanker. Sebagai pelukis, Nana merasa hanya inilah yang dapat dilakukannya setelah setia melukis selama 6 tahun lalu. CHAIRITY 2015 memang digelar untuk mencari dana bagi para penderita kanker.
"Saya juga punya adik yang juga meninggal karena kanker jadi ini juga cara saya memberikan kenang-kenangan kepada siapa saja yang peduli kanker dan mencintai seni," kata istri dari dr Tommy Sunartomo SpAn KIC ini.
(bdh/bdh)











































