Kepala Badan Diklat Pemprov Jatim Akmal Boedianto turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi kades, serta mengetahui pasti penyebabnya.
Kepada wartawan Akmal mengaku, jika para kades menjadi korban keracunan sudah diperbolehkan pulang dari perawatan di rumah sakit. Tinggal delapan kades yang harus menempati asrama untuk memulihkan kondisinya.
"Semua sudah pulang dari rumah sakit. Kini delapan orang tinggal di asrama," kata Akmal di Balai Diklat Jatim Jalan Kawi, Kota Malang, Kamis (23/4/2015).
Dia memerintahkan agar delapan orang tersebut tidak melanjutkan studi banding di Kabupaten Tulungagung. "Agar kondisi cepat pulih, mending istirahat di asrama dulu," tegas Akmal.
Kembali Akmal menegaskan, bahwa kondisi semua korban sudah beransur baik. "Mereka hanya ada keluhan sedikit di perut, dan tidak diizinkan untuk ikut visitasi ke Kabupaten Tulungagung," ungkapnya.
Akmal masih menyelidiki penyebab keracunan para Kades tersebut, dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
"Kita melihat dulu ada kesalahan dimana. Sementara penjual ikannya yang perlu diperiksa karena terindikasi mengandung formalin. Kemarin juga sudah diperiksa polisi, kita akan terus koordinasi," tutupnya.
(bdh/bdh)











































