"Kita memiliki emergency procedure. Kenapa pada waktu kejadian itu tidak sempat dilakukan oleh almarhum. Ini satu hal yang sangat kita sayangkan, sehingga tindak pertolongan pada yang bersangkutan tidak bisa cepat dilakukan," ujar General Manager Area Blue Bird Jawa Timur, Ateng Aryono, di sela penyerahan bantuan untuk keluarga almarhum di pool, Jalan Darmo Kali, Surabaya, Rabu (22/4/2015).
Ateng menerangkan, semua armada taksi Blue Bird juga sudah terpasang GPS sistem. GPS tersebut berfungsi ganda yakni, untuk kemudahan dan kecepatan pemesanan taksi, baik melalui telepon atau taximobile reservation blue bird, juga memudahkan bantuan apabila terjadi masalah darurat.
"Melalui GPS sistem ini, kita bisa mengetahui keberadaan armada taksi blue bird, sehingga apabila terjadi keadaan darurat, kita bisa memberikan bantuan lebih cepat. Bahkan, rute yang dilalui ke mana saja, serta berhenti berapa lama masih terekam selama periode tertentu," tuturnya sambil menambahkan, pihaknya tidak bisa membeberkan secara detail, demi memberikan safety bagi para pengemudi.
Dari catatan manajemen Blue Bird, tidak ada komunikasi radioa terkahir antara korban dengan manajemen. Namun dapat diketahui, posisi armada taksi yang dikemudikan korban berada di depan Plaza Surabaya sekitar pukul 21.29 wib, Senin (20/4/2015) malam.
Sekitar pukul 21.40 wib, korban mendapatkan tamu dan mengantarnya. Dari perjalanan taksi tersebut, terekam dari Plaza Surabaya melintas di Jalan Walikota Mustajab-Indrapura-Rajawali sampai ke titik terkahir ditemukannya korban dan armada tersebut di Kalisoso, Surabaya.
Jarak tempuh dari Plaza Surabaya ke tempat kejadian perkara sekitar 5,5 kilometer. tarif normalnya diperkirakan sebesar Rp 40 ribu. Namun, saat tim dari blue bird ke lokasi kejadian, mesin argo terus menyala dan menunjukkan angka sekitar Rp 80 ribu.
"Ketika tim (dari blue bird) yang ke lokasi, mesin mobil masih menyala dan argo posisi on. Menurut saya, nggak ada muter-muter dan trip-nya sudah biasa," terangnya.
Ateng menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang dialami krunya ke aparat kepolisian. Pasca kejadian tersebut, pihaknya akan terus mengingatkan kembali ke rekannya pengemudi taksi Blue Bird.
"Kita nggak mau berandai-andai. Polisi yang bisa menjelaskan itu," ujarnya.
"Ke depan kita akan coba pastikan dan kita refresh lagi ke pengemudi. Refreshing itu hal yang rutin kita lakukan, tapi akan kita tingkatkan lagi pada teman-teman yang sedang berjalan," tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, M Rusdi, pengemudi taksi Blue Bird ditemukan tewas di dekat taksinya di Jalan Kalisosok, Surabaya. Warga Karanganyar, Kabupaten Bangkalan ini ditemukan tewas dengan kondisi luka gorok di lehernya, pada Senin (20/4/2015) sekitar pukul 22.00 wib.
(roi/bdh)











































