APV Vs Truk Tronton, 3 Orang Tewas

APV Vs Truk Tronton, 3 Orang Tewas

- detikNews
Rabu, 22 Apr 2015 08:09 WIB
APV Vs Truk Tronton, 3 Orang Tewas
Bodi APV ringsek/Enggran EB
Mojokerto - Kecelakaan maut terjadi di By Pass Mojokerto Desa Keboan, Kecamatan Magersari. Kali ini melibatkan mobil Suzuki APV dengan truk tronton bermuatan pupuk. Tiga penumpang APV tewas tergencet bodi mobil yang ringsek.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Mojokerto Kota Iptu Ridzan Indra Wijaya mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Mobil APV bernopol R 1769 PH yang dikemudikan Asman (61) asal Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Banyumas melaju dari arah Jombang ke Surabaya dengan kecepatan tinggi.

Diduga pengemudi APV yang tak lain seorang purnawirawan TNI itu tengah mengantuk. Dalam kecepatan tinggi, APV warna putih itu nyelonong ke lajur berlawanan. Di lokasi kecelakaan, mobil berpenumpang 2 orang itu menghantam truk tronton bermuatan pupuk dengan nopol L 9843 UG yang melaju dari arah berlawanan.

"APV berjalan dari arah selatan, tiba tiba berjalan terlalu ke kanan sehingga terjadi tabrakan dengan truk tronton. Kalau truk berjalan lurus dari arah berlawanan," kata Indra kepada detikcom, Rabu (22/4/2015).

Kerasnya benturan, lanjut Indra, membuat bodi APV ringsek nyaris tak berbentuk. Sopir APV dan 2 penumpangnya yang diketahui atas nama Septi Fajarini (17) dan Arif Priyanto (20) tewas tergencet bodi mobil. Kedua penumpang diketahui asal Desa Tlaga, Kecamatan Tambak, Banyumas.

"Evakuasi sempat berlangsung lama karena korban terjepit bodi mobil. Saat ini jenazah sudah kami evakuasi ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo," imbuh Indra.

Beruntung sopir truk tronton, Jito Harsono (48) asal Desa Nampo, Kecamatan Gumarang, Kabupaten Madiun selamat. Sempat berusaha mengindari tabrakan, Jito mengaku nekat membanting kemudinya ke kiri. Akibatnya, truk bermuatan puluhan ton pupuk itu menghantam pagar rumah warga dan terguling.

"Mobil APV melaju kencang, tiba-tiba nyelonong dan menabrak dari arah berlawanan. Saya tidak sempat menghindar. Kemungkinan sopirnya mengantuk karena tidak ada bekas pengereman," punkas Indra.


(iwd/iwd)
Berita Terkait