Bruk! Bangunan Liposos Ambruk Diterjang Angin Kencang

Bruk! Bangunan Liposos Ambruk Diterjang Angin Kencang

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2015 11:51 WIB
Bruk! Bangunan Liposos Ambruk Diterjang Angin Kencang
Foto: Enggran EB
Mojokerto - Bangunan lingkungan pondok sosial (Liposos) milik Dinsos Kota Mojokerto di Kecamatan Magersari, ambruk akibat diterpa hujan disertai angin kencang. Bangunan semi permanen yang dihuni 12 keluarga tuna wisma ini kini rata dengan tanah.

Salah seorang penghuni liposos Yana Susila (26) mengatakan, ambruknya bangunan semi permanen itu terjadi pada, Senin (20/4) sekitar pukul 22.00 Wib. Hujan deras disertai angin kencang merobohkan bangunan semi permanen yang dibangun 15 tahun silam itu.

"Sempat ditempati 12 keluarga. Namun, 3 bulan lalu sudah pindah ke barak penampungan. Penghuni terakhirnya pak Nur Kholis," kata ibu 2 anak yang tinggal sejak 5 tahun lalu di liposos ini kepada detikcom di lokasi, Selasa (21/4/2015).

Lebih dari separuh bangunan berukuran 6 x 20 meter itu ambruk. Dari 12 ruangan, menyisakan 2 kamar yang masih terlihat berdiri. Namun, bilik bambu di kamar tersebut terlihat nyaris ambruk. Genting dan kerangka atap dari bambu berserakan di tanah. Kabel listrik PLN terlihat menggelantung di atas tumpukan kayu dan genting.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Nur Kholis yang terakhir menghuni liposos ini berhasil dibujuk warga untuk pindah ke barak penampungan hasil razia yang sudah permanen tepat di depan liposos yang ambruk. Namun, listrik yang masih belum diputus PLN sempat menyengat warga yang hendak membersihkan reruntuhan bangunan.

"Warga endak berani membongkar bangunan karena listrik masih mengalir. Tadi suami saya tersengat listrik. Kalau tidak segera dibereskan, khawatirnya menimpa anak-anak yang bermain di sekitar," imbuh Yana.

Ketua RW 4 Imam Subari mengatakan, liposos yang ambruk sebelumnya dihuni 12 keluarga tuna wisa dari berbagai daerah. Menyusul ambruknya bangunan, pihaknya mengaku sudah melaporkan ke Dinsos Kota Mojokerto. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan.

"Warga menunggu dari pemkot, kami tak berani bongkar sendiri karena listrik masih nyala. Sudah kami laporkan ke PLN juga belum ada tanggapan," tandasnya.

Para tuna wisma yang sebelumnya menghuni liposos yang ambruk, sejak 3 bulan lalu menempati barak penampungan hasil razia. Barak penampungan permanen ini terdiri atas 16 kamar. 12 kamar telah dihuni 12 keluarga. Sisanya masih kosong.

(bdh/bdh)
Berita Terkait