Salah seorang polisi, Briptu Andi mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat seorang ibu bisu yang biasa mengemis di simpang 4 Sekar Sari terlibat perkelahian dengan pengemis lainnya. Mendapat laporan itu, dia bersama Briptu Agus, Bripda Arif Widi, dan Bripda Aditya Afandi datang ke lokasi untuk melerai.
"Ributnya kemungkinan soal rebutan lahan ngemis. Setelah saya lerai, ibu bisu yang menggendong bayi lari ke arah pemandian Sekar Sari. Kemudian warga berteriak ke kami kalau ibu itu akan melempar bayinya," kata Andi kepada wartawan di lokasi, Senin (20/4/2015).
Mendengar teriakan warga, keempat polisi ini pun berusaha menyelamatkan sang bayi. Dengan sigap Briptu Andi naik ke atas tandon air setinggi sekitar 6 meter itu. Bayi laki-laki itu berhasil direbutnya dari tangan ibu bisu tersebut beberapa detik sebelum dilempar ke bawah.
"Bayi ini biasa diajak ngemis oleh ibu bisu itu. Saya tak tahu nama si ibu, dari keterangan warga dia masih baru mengemis disini. Tadi sudah mau dilempar langsung saya rebut dan saya bawa turun beserta ibunya," ungkapnya.
Ibu bisu yang mengenakan baju krem itu pun menangis histeris lalu diamankan polisi. Polisi kesulitan mengetahui motif percobaan pembunuhan bayi itu lantaran si ibu tuna wicara. Baik ibu bisu, bayi laki-laki, dan pengemis wanita yang terlibat perkelahian dibawa ke Polres Mojokerto Kota.
(iwd/iwd)










































