Keluarga TKW Asal Banyuwangi Minta Pemerintah Turun Tangan

Terancam Dihukum Mati

Keluarga TKW Asal Banyuwangi Minta Pemerintah Turun Tangan

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 16:17 WIB
Keluarga TKW Asal Banyuwangi Minta Pemerintah Turun Tangan
Samidah menunjukkan foto Lilik anaknya/Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia asal Banyuwangi kembali diterpa masalah. TKW bernama Lilik Ernawati (44), asal Dusun Sambimulyo, Desa Sambirejo, Bangorejo, Banyuwangi, tinggal menunggu hukuman rajam hingga tewas.

Awalnya, Lilik yang bekerja di Arab Saudi ini dituduh melakukan pembunuhan. Kemudian tuduhan berubah menjadi kasus perzinahan dengan lelaki asal Bangladesh. Keluarga saat ini hanya bisa pasrah dengan kondisi Lilik.

Apalagi sejak kasus ini mencuat tahun 2007 lalu, belum ada kabar pasti dari pemerintah. Keluarga juga berharap pemerintah memberikan pendampingan bagi Lilik, sehingga bisa dipulangkan ke kampungnya dengan selamat.

"Harapan keluarga Lilik bisa segera dipulangkan dengan selamat. Sejauh ini tidak ada kabar apapun dari pemerintah," kata Samidah, ibu Lilik, Senin (20/04/2015).

Wanita yang sudah lanjut usia ini mengaku tak memahami pasti kasus yang melilit putrinya. Keluarga hanya tahu Lilik berangkat ke Arab Saudi tahun 2004 dan 2007 lalu menjadi tertuduh dan dipenjara di Arab Saudi. Sejak itu, kata Samidah, putrinya tak pernah berkirim uang kepada keluarga. Terakhir, putrinya yang berstatus janda 3 anak ini menelepon seminggu lalu.

"Katanya, lebaran mau pulang," jelasnya.

Informasi yang dihimpun, Lilik ditangkap polisi Arab Saudi lantaran dituduh terlibat pembunuhan TKW asal Jawa Barat dengan pelaku pria asal Bangladesh. Namun, setelah beberapa kali persidangan, tuduhan pembunuhan tak terbukti.

Anehnya, Lilik justru dijerat tuduhan perzinahan dengan pria Bangladesh tersebut. Tuduhan ini didasarkan foto Lilik dengan pria Bangladesh itu. Sehingga, Lilik terancam hukuman rajam hingga tewas. Kabarnya, Lilik masuk dalam daftar 30 lebih warga Indonesia yang terancam pidana mati di Arab Saudi.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuwangi Alam Sudrajat menegaskan pihaknya sudah berkirim surat resmi ke Kementerian Luar Negeri RI untuk menanyakan nasib Lilik. Pihaknya juga berharap Kemenlu bisa memperjuangkan Lilik bisa dibawa pulang dengan selamat ke Banyuwangi.

"Saya juga sudah telepon langsung Dirjen Perlindungan Warga Kementerian Luar Negeri RI. Katanya, akan diusahakan Lilik tak mendapatkan hukuman mati," pungkasnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait