Dua TKW asal Banyuwangi Dikabarkan Terancam Hukuman Mati

Dua TKW asal Banyuwangi Dikabarkan Terancam Hukuman Mati

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 13:38 WIB
Banyuwangi - Kabar mengejutkan datang Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyuwangi. Dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal kota di ujung Jawa Timur itu dikabarkan terancam hukuman mati.

Keduanya yakni Lilik Ernawati Binti Mas'oed yang menjadi TKW di Arab Saudi dan Ginarti binti Sairin Peyen TKW di Iran.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyuwangi menjabarkan, Lilik Ernawati Binti Mas'oed tersangkut kasus hukum pembunuhan. Sedangkan Ginarti Binti Sairin Peyen terlibat kasus narkoba.

Meski diketahui sebagai warga Banyuwangi, pemkab melalui Dinsosnakertrans Banyuwangi merasa kesulitan mendapatkan informasi terkait jejak kasus hukum dan silsilah keberangkatan mereka menjadi TKW. Pasalnya kedua TKW ini berangkat melewati jalur non formal (ilegal).

"Mereka diketahui berangkat melalui jalur non formal," ujar Kepala Disnosnakertrans Banyuwangi, Alam Sudrajat ditemui detikcom di ruangannya, Senin (20/4/2015).

Merebaknya kabar jika kedua TKW ini akan dijatuhi hukuman mati sangat disayangkan oleh Alam Sudrajat. Sebab hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Ia berharap pihak Kemenlu dan Pemerintah Arab Saudi bersedia memberikan keterbukaan informasi terkait vonis hukuman mati itu.

"Kita menyayangkan sikap Kemenlu yang tidak memberikan keterbukaan informasi terkait hal ini. Bagaimanapun mereka adalah warga kami," imbuhnya.

Selain itu Dinsosnakertrans memohon kepada Kemenlu untuk melakukan upaya pembelaan dan pendampingan terhadap dua TKW Indonesia asal Banyuwangi tersebut.

"Kami meminta supaya Kemenlu terbuka dan mau memberikan pendampingan dalam proses hukumnya," tandasnya.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini