Bahkan, selain Sugianto, Endang Purwati, seorang ibu rumah tangga juga ikuti ujian paket C ini. Saat lulus SMP sudah menikah, sehingga tak memiliki ijasah SMA.
"Keburu dinikahkan dulu," ucap Endang, singkat kepada wartawan usai ujian.
Sementara itu, 105 peserta ujian paket C di gedung SD Sukabumi 2 Kota Probolinggo, petugas dari Dinas Pendidikan membagi dalam 7 ruangan.
Menurut Sugianto, PNS yang berdinas di staf Kelurahan Kedung Galeng ini, terpaksa harus ikuti kejar paket C, karena adanya peraturan dari pihak kepegawaian pemkot, PNS harus memiliki ijazah paling rendah SLTA.
"Dulunya saya sebagai tenaga honorer daerah, setelah diangkat menjadi PNS wajib memiliki ijazah setara SLTA, jadi terpaksa ikuti ujian paket C," ujar Sugianto.
Sementara Asyit Wardono, Kasi Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, mengaku ujian nasional kejar pake B dan C total diikuti 335 orang.
"Total 335 peserta ujian kejar paket B dan juga kejar paket C. Dibagi di gedung SD dan kelas di pondok pesatren," tambahnya.
(fat/fat)











































