Ardik mengatakan, saat tertembak dia berada dalam Bus Harapan Jaya bernopol AG 7621 UR. Sekitar pukul 03.30 Wib, bus tersebut melintas di simpang 5 Kenanten dalam perjalanan dari Jombang menuju Surabaya.
Tiba-tiba dia mendengar suara tembakan yang tak jelas darimana asalnya. Tanpa dia sadari, sebuah proyektil bersarang di kaki kanannya.
"Saat itu saya berdiri di pintu samping sisi depan, tiba-tiba kaki saya tertembak," kata Ardik kepada wartawan di RSI Hasanah, Kota Mojokerto.
Akibat luka tembak itu, betis kaki kanan mengucurkan darah. Sambil menahan rasa sakit, pria asal Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kediri itupun melapor ke Mapolsek Magersari yang tak jauh dari lokasi kejadian. Sayangnya, laporan korban ditolak petugas lantaran lokasi kejadian masuk wilayah hukum Polsek Puri.
"Saya melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Saat ke RS Darma Husada, saya ditolak lagi. Alasannya luka saya ini akibat penembakan dan tidak ada laporan polisi sehingga ditolak," ungkapnya.
Sembari menahan rasa sakit, Ardik pun kembali ke Mojokerto. Kali ini dia melaporkan insiden yang menimpanya ke Pos Polisi Kenanten. Oleh petugas, Ardik diarahkan ke Mapolres Mojokerto Kota. "Baru kemudian bisa dirawat di sini (RSI Hasanah Kota Mojokerto) sudah siang," turunya.
Sementara Humas RSI Hasanah Achmad Abiyono menjelaskan, kondisi korban cukup baik, tapi masih menunggu proses operasi untuk mengangkat proyektil yang bersarang di kaki korban.
"Luka tembak di bawah lutut sebelah kanan, masih menunggu proses operasi," tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Maryoko mengatakan, dilihat dari luka tembakan, korban tertembak dengan senjata jenis airsoft gun.
"Untuk memastikan kita tunggu operasi pengangkatan proyektil. Dilihat lukanya, peluru gotri senjata air gun atau senapan angin," tandasnya.
(fat/fat)











































