Pelajar SMP dan Pengrajin Bata Merah Tewas Disambar Petir

Pelajar SMP dan Pengrajin Bata Merah Tewas Disambar Petir

- detikNews
Minggu, 12 Apr 2015 19:28 WIB
Mojokerto -

Hujan deras disertai petir di Mojokerto merenggut 2 korban jiwa, Minggu (12/4/2015) sore. Sambaran petir menewaskan seorang pelajar SMP dan pengrajin bata merah di Kecamatan Kutorejo.

Kapolsek Kutorejo AKP Bambang Sujatmiko mengatakan, korban tewas tersambar petir adalah Achmad Faizin (14), pelajar SMP asal Desa Sawo dan Riyadi (55) pengrajin bata merah asal Desa Karangdiyeng. Keduanya warga Kecamatan Kutorejo.

Faizin tersambar petir saat berjalan kaki di Dusun Sawoan Solorawan. Di tengah hujan mengguyur kawasan tersebut, pelajar 14 tahun itu menuju rumahnya bersama temannya Yudi. Meski berjalan berdampingan usai bermain, Yudi selamat dari jilatan petir.

"Korban tewas seketika di lokasi. Pemeriksaan petugas di lokasi memang ada tanda bekas sambaran petir di tubuh korban," kata Bambang kepada wartawan.

Jilatan petir, lanjut Bambang, juga menewaskan pengrajin bata merah asal Desa Karangdiyeng. Di tengah hujan lebat, Riyadi nekat naik ke atap linggan (Gubug tempat menyimpan bata merah kering) miliknya. Korban yang sedang membetulkan atap linggan yang bocor, terjatuh setelah disambar petir.

"Warga mengetahui korban tersambar setelah ada yang melihat dia jatuh dari atap gubuk, akibat terkena petir," ungkapnya.

Akibatnya, Riyadi tewas seketika di lokasi. Jilatan petir juga merusak linggan korban. "Korban sudah dalam kondisi meninggal di lokasi. Oleh warga, korban langsung disemayamkan di rumah duka," imbuhnya.

Bambang mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir. "Ketika hujan deras disertai petir, baiknya berhenti dan berteduh dulu di tempat aman, hindari ruang terbuka," pungkasnya. (fat/fat)
Berita Terkait