Pendistribusian ini mendapat pengawalan ketat dari polisi dan dinas pendidikan Surabaya. Naskah soal itu akan disimpan di polsek dan akan diambil oleh pihak sekolah, Senin (13/4/2015) satu jam sebelum UN dimulai.
"Pengambilan naskah soal UN dari Polrestabes Surabaya ini kami bagi menjadi dua gelombang," kata Kompol Mujito, Wakasat Sabhara Polrestabes Surabaya kepada wartawan, Sabtu (11/4/2015).
Gelombang pertama, kata Mujito, dijadwalkan pukul 07.00-10.00 WIB. Sementara gelombang kedua dijadwalkan pukul 10.00-13.00 WIB. Dibaginya pendistribusian dalam dua gelombang ini, kata Mujito, bertujuan untuk memudahkan dalam penghitungan jumlah naskah UN yang dikirim ke Polsek.
Untuk pengamanan, tambah Mujito, pihaknya mengerahkan satu regu atau enam personel untuk mengawal pendistribusian naskah soal ke masing-masing polsek. Saat pelaksanaan UN, polisi juga dilibatkan untuk melakukan pengawasan baik di dalam maupun luar sekolah.
"Yang turut melakukan pengawasan adalah anggota yang berpakaian preman," jelas Mujito.
UN tingkat SMA sederajat di Surabaya sendiri akan diikuti 37.868 siswa. Peserta UN dibagi menjadi dua yaitu siswa yang mengikuti UN Computer Base Test (CBT) sebanyak 16.969 dan siswa yang mengikuti Paper Base Test (PBT) sebanyak 20.899 siswa.
(fat/fat)











































