Upaya evakuasi dilakukan warga bersama tim SAR BPBD Situbondo. Jasad korban diangkat dengan menggunakan tali, sebelum akhirnya dibawa ke Kamar Jenazah RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo untuk diperiksa.
"Kakek saya biasanya tidak pernah ke sungai. Tidak tahu kok sekarang malah ditemukan meninggal di sungai," tutur Citra (30), salah satu cucu korban, Jumat (10/4/2015).
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, kakek Samin dikabarkan hilang oleh keluarganya sejak Kamis (9/4) dini hari. Korban diketahui pergi meninggalkan rumah melewati pintu belakang. Semula, keluarganya tidak curiga karena kakek Semin biasa melantunkan adzan subuh, di musola dekat rumahnya.
Namun, saat itu korban tidak terdengar adzan di musola. Keluarganya pun bergegas melakukan pencarian terhadap korban. Selain ke rumah kerabat, pencarian juga dilakukan di kebun-kebun sekitar rumahnya. Namun tetap tidak membuahkan hasil.
"Awalnya saya kira sakit sampai tidak adzan, tidak tahunya sudah tidak ada di kamarnya. Sudah dicari kemana-mana, tapi tetap tidak ditemukan. Tidak tahunya sudah meninggal di sungai," timpal Suciati (51), keponakan korban.
Kanit Reskrim Polsek Kota Situbondo, Ipda Makhrus Salim mengatakan, jasad korban ditemukan tersangkut di kisi-kisi Dam 5 Kotakan, sekitar 1 KM dari sungai dekat rumah korban. Saat ditemukan, korban masih memakai baju dan celana kolor. Kuat dugaan korban terjatuh saat hendak ke sungai, lalu tenggelam.
"Hasil visum tidak ditemukaan adanya indikasi penganiayaan. Hanya ada luka-luka lecet kecil, yang diduga akibat benturan dengan batu di dasar sungai saat terhanyut. Keluarga korban menolak dilakukan otopsi, dan sudah membuat surat pernyataan," tegas Makhrus Salim.
(fat/fat)











































