Cukupkah Hindari Pikun dengan Makanan Sehat dan Berolahraga?

Cukupkah Hindari Pikun dengan Makanan Sehat dan Berolahraga?

- detikNews
Selasa, 07 Apr 2015 10:43 WIB
Surabaya - Selama ini penuaan diiringi kemampuan fungsi otak menurun hingga mengakibatkan penyakit alzheimer atau demensia (pikun). Namun mengantisipasi agar tidak terjadi alzheimer tidak cukup dengan melakukan gaya hidup sehat dan berolahraga sampai tua.

Perlu asupan dan nutrisi yang baik dan olahraga baik fisik dan mental. Seorang profesor psikiatri di UCLA Semel Institute, Amerika Serikat, Dr Gary Small mengaku bahwa setiap orang di seluruh dunia menunjukkan bahwa penuaan tidak bisa dihindari.

"Kami telah meneliti dengan menggunakan teknologi scan otak modern, evaluasi neuropsikologi, penilaian status kardiovaskular, tingkat olahraga dan kebiasaan diet yang mungkin memperkuat daya ingat. Di seluruh dunia menunjukkan bahwa penuaan tidak bisa dihindari, namun,dampak negatif terhadap kesehatan bisa diperlambat dengan bantuan nutrisi yang baik dan olahraga baik fisik dan mental," kata Dr Gary Small saat seminar di Fakultas Kedokteran Unair, Selasa (7/4/2015).

Pihaknya mengaku gencar melakukan tur kesehatan karena tiap negara maju diajak untuk memerangi risiko-risiko penurunan fungsi otak dan permasalahan nutrisi lainnya.

Di Indonesia, jelad dia, meski masih belum ada angka prevalensi yang pasti terkait penderita alzheimer, namun beberapa sumber menyatakan bahwa jumlah penderitanya diperkirakan mencapai 1 juta orang dengan kenaikan jumlah penderita sekitar 3,5%-4%, setiap tahun.

Pria yang juga menerbitkan buku dan artikel terkait penuaan, kesehatan otak dan Alzheimer, ini mengharapkan penyakit-penyakit saat usia tua datang bisa dihindari.

"Seiring pertambahan usia, kemampuan fungsi otak akan semakin menurun menjadi penyebab awal dari penyakit alzheimer," tegasnya.

Sementara Country General Manager Herbalife Indonesia Andam Dewi mengaku
kegiatan tur kesehatan ini diisi dengan simposium dan kampanye yang melibatkan kalangan dokter dan pelaku medis untuk menyebarluaskan semangat gaya hidup sehat melalui asupan nutrisi seimbang dan olahraga kepada masyarakat Indonesia.

"Kami terus mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk memerangi risiko-risiko penurunan fungsi otak dan permasalahan nutrisi lainnya," tambahnya.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini