Dari informasi yang dihimpun, Selasa (7/4/2015), tenggelamnya Singgih berawal ketika dia sedang bermain diatas jembatan sungai Ketapang bersama teman sebayanya Bahtiar (9).
Singgih kemudian akan buang air kecil di atas jembatan. Karena kondisi sedang hujan rintik-rintik, pelajar Madrasah Ibtidaiyah kelas I itu terpeleset hingga jatuh ke Sungai Ketapang.
Mengetahui Singgih terjatuh dan tidak bisa berenang, Bahtiar berteriak minta tolong.Teriakan Bahtiar terdengar oleh warga sekitar dan dalam hitungan menit banyak warga yang berdatangan ke lokasi jatuhnya korban.
Puluhan warga khususnya laki-laki langsung terjun ke sungai Ketapang untuk mencari korban. Namun usaha warga menemui kesulitan karena selain arusnya sangat deras juga ketinggian airnya juga dalam sekitar 2 meter.
Setelah sekian lama mencari, warga akhirnya menemukan tubuh anak pertama dari pasangan suami istri Jamali (40) dan Rodia itu tidak jauh dari lokasi terjeburnya korban. Singgih ditemukan sudah tewas.
Menurut Marjakum (46) yang menemukan jazad korban, dirinya menemukan tubuh Singgih di dasar sungai. "Saya cari hingga ke dasar sungai, dan di situ saya temukan," ujar Singgih.
Orang tua korban yang sejak awal menungu di tepian sungai langsung menangis setelah mengetahui anak satu-satunya ketemu dan meninggal dunia. Ibu korban bahkan sampai pingsan.
Kanit Reskrim Polsek Tanggulangin Ipda Idham Chalid membenarkan adanya peristiwa anak yang tenggelam di sungai Ketapang. "Korban sudah di bawa ke rumah duka," ujar Idham.
(iwd/iwd)











































