Bocah 5 Tahun Menghilang Sebulan, Terakhir Bersama Neneknya

- detikNews
Selasa, 07 Apr 2015 18:16 WIB
Nafta menunjukkan foto ibunya
Surabaya - Seorang bocah lima tahun sudah sebulan ini dilaporkan hilang oleh ibunya. Bocah perempuan ini terakhir kali terlihat bersama sang nenek. Sang ibu menduga kuat neneknyalah yang telah membawa lari bocah tersebut.

Beby, panggilan sayang bocah tersebut meninggalkan rumah bersama neneknya, Roesminiyati Noentjee (73) atau yang biasa disapa nenek Jong pada Minggu (8/3/2015).

"Sejak itu saya tak menemukan Beby," ujar Nafta kepada wartawan di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, Jalan Bendul Merisi, Selasa (7/4/2015).

Nafta mengatakan, dia dan ibunya memang tidak tinggal satu rumah. Dia dan Beby tinggal di Lakarsantri, sementara ibunya tinggal bersama ayahnya di Perumahan Taman Internasional, Sambikerep. Nafta adalah seorang janda yang sudah bercerai dari suaminya yang berkewarganegaraan Amerika.

"Neneknya biasanya seminggu sekali datang ke rumah menengok Baby," kata Nafta.

Di hari kejadian, Nafta menitipkan Beby ke ibunya yang kebetulan sedang berkunjung. Nafta sendiri saat itu hendak ke mal untuk membeli sesuatu. Setiba di rumah pukul 15.30 WIB, Nafta menemukan sesuatu yang aneh.

Rumah dalam keadaan kosong namun pintunya terbuka. Dan yang pasti, ibu dan anaknya sudah tidak ada di rumah. Nafta pun kebingungan. Dia pun bertanya kepada satpam. Satpam mengatakan jika anaknya pergi bersama ibunya naik taksi. Dan kebetulan si satpam mencatat nomor lambung taksi tersebut.

"Saya kemudian menelepon perusahaan taksi dan disambungkan dengan sopir taksi tersebut," lanjut Nafta.

Menurut keterangan sopir taksi bernama Agus itu, dirinya memang yang mengantarkan nenek Jong dan Beby. Dia mengantarkan mereka ke sebuah toko kelontong di kawasan G-Walk Citraland. Di sana dia melihat seorang wanita berusia sekitar 20 tahunan sudah menunggu Nenek Jong. Wanita itu membawa sebuah mobil MPV berwarna gelap beserta sopirnya. Nenek Jong dan Beby kemudian naik mobil tersebut.

"Beby sempat tidak mau naik dan mengatakan no, no, it's stupid," jelas Nafta.

Beberapa hari kemudian, Nafta sempat mendatangi toko tersebut. Menurut penuturan kasir toko, Nenek Jong sempat kembali ke toko itu dan membeli biskuit. Nenek Jong sendirian saat itu.

"Dan terakhir kali saya ke toko itu pada tanggal 3 April. Kasirnya bilang kalau ibu saya beberapa kali ke toko tersebut," urai Nafta.

Nafta sendiri masih belum bisa menyimpulkan apakah anaknya diculik atau disembunyikan oleh ibunya atau orang lain. Nafta sangsi jika ibunya sendiri yang menculik atau menyembunyikan Beby.

Dengan melihat kondisi ibunya yang pikun dan cara berjalannya yang tidak sempurna karena mengalami patah tulang, Nafta lebih percaya jika hal itu dilakukan oleh orang lain dengan menyuruh ibunya.

"Saya sudah lapor polisi, menghubungi radio, dan melakukan pencarian sendiri. Namun semuanya belum ada hasil," ujar Nafta.

Pihak LPA Jatim sendiri berjanji akan membantu semaksimal mungkin dalam mencari keberadaan anak Nafta. Pihak LPA berusaha terus berkoordinasi dengan polisi agar kasus hilangnya anak ini segera terpecahkan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan polisi. Dan bila ada warga yang mengetahui keberadaan anak tersebut, bisa menghubungi kami ke nomor 082143283737," ujar Pengurus LPA Jatim Priyono Adi Nugroho.

(iwd/iwd)