Hebatnya, orang gila berjenis kelamin perempuan itu dimandikan seorang diri oleh Satpoltik (Satpol PP Cantik) Kota Surabaya, Selasa (7/4/2015). Satpoltik itu bernama Yuanisa Fauziah. Sejak awal dia sudah merasa iba terhadap orang gila yang ditemukan trantib Kecamatan Wonokromo.
"Setelah kembali dari sosialisasi bengunan liar. Langsung saya ajak ke kamar mandi," ucap Yuanisa dengan santai pada detikcom.
Karena orang gila, ajakan Yuanisa sempat ditolak. Beruntung tidak berontak. "Emoh...emoh (tidak mau...tidak mau)," ucap dia menirukan penolakan orang gila.
Jurus merayu pun digunakan dan akhirnya berhasil. "Yang tidak tahan baunya. Apalagi saat mencuci rambutnya yang hampir menggimbal. Sampai tiga kali saya cuci baru lembut. Rambutnya sebenarnya bagus," ungkap anggota Satpoltik yang baru bertugas 9 bulan ini.
Sementara Kasi Pesamaptaan Satpol PP Surabaya, Dwi Hargianto mengungkapkan, penemuan orang gila ini tidak sengaja.
"Saat kita jalan mau sosialisasi saya melihat ada orang di bawah selokan yang kemudian saya teruskan ke kasi trantib kecamatan untuk diamankan di kantor kecamatan," ungkap Dwi.
Kini, kata Dwi, setelah orang gila dimandikan bersih dan diberi pakaian bersih langsung dikirim ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Sukolilo.
(ze/fat)










































