"Sekarang ini kami lebih mengedepankan edukasi. Kami melibatkan pelajar dan stake holder lain yang turut berpartisipasi dalam operasi ini," kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Made Agus kepada wartawan di Jalan Polisi Istimewa, Selasa (7/4/2015).
Pelajar yang dilibatkan dalam operasi simpatik di Jalan Polisi Istimewa kali ini adalah para pelajar SMP 13. 15 pelajar itu terbalut dalam pakaian polisi atas nama Polisi Keamanan Sekolah (PKS). Mereka bersama para polwan menyerukan safety riding lewat poster yang mereka bentangkan kepada para pengguna jalan di traffic light Jalan Polisi Istimewa.
Agus menambahkan, dalam operasi in, pihaknya lebih mengutamakan pencegahan tanpa mengesampingkan tindakan preemptive. Memasuki harike-6, kata Agus, pihaknya telah melakukan operasi terhadap 3.532 pelanggar di Surabaya. Dari jumlah itu, ada 2.692 pelanggar yang terkena tilang dan ada 836 pelanggar yang mendapat teguran simpatik.
"Pelanggaran yang mendominasi adalah pelanggaran marka dan rambu. Dan kendaraan yang mendominasi pelanggaran adalah roda dua," lanjut Made.
Sementara itu, memasuki hari ke-6 Operasi Simpatik Semeru 2015 di Jatim, 28.237 pelanggar telah terjaring operasi. Dari jumlah itu, ada 8.808 pelanggar yang terkena tilang dan ada 19.429 pelanggar yang mendapat teguran simpatik.
Pelanggaran tertinggi adalah kelengkapan surat (2.330 pelanggar), marka jalan (1.898 pelanggar), helm (1.000) dan rambu (987 pelanggar).
(iwd/fat)











































