Para perawat dan pegawai itu berdemo dengan membawa poster berisi tuntutan. Mereka juga berorasi secara bergantian.
"Kami melakukan aksi ini untuk menutut kejelasan atas isu pemotongan tunjangan remunerasi yang para perawat terima. Jumlahnya bervariasi, karena tunjangan yang kami terima juga berbeda-beda. Isu pemotongan ini ditunjukkan dengan penurunan tunjangan remunerasi yang kami terima setiap bulan," kata Samsul, korlap aksi, Senin (6/4/2015).
Aksi ini sempat mengejutkan pengujung dan pasien yang berobat di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Akibatnya pelayanan kesehatan sempat terganggu. Banyak pasien terabaikan di rumah sakit ini, karena sebagian perawatnya menggelar aksi.
Demo ini akhirnya berakhir setelah Direktur RSU dr Soetomo dr Dodo Anondo menggiring massa melakukan negoisasi di lantai 4 IGD.
(fat/fat)











































