Marwan mengatakan, bahtsul masail merupakan tradisi intelektual warga nahdliyin. Melalui forum diskusi itu, para kiai dan ulama diharapkan menampung aspirasi masyarakat dan dirumuskan sebagai usulan kepada pemerintah.
"Ini forum yang strategis bagi para kiai untuk merumuskan berbagai usulan-usulan dan dukungan kepada pemerintah yang berdampak pada kesejahteraan rakyat," kata Marwan.
Lebih lanjut Marwan menuturkan, selain melalui tradisi bahtsul masail, ulama juga diharapkan mampu menggiring masyarakat di tingkat desa untuk mendukung program kerja pemerintah saat ini. Antara lain melalui forum keagaaman yang rutin di gelar di desa-desa. Seperti istighosah dan tahilan.
"Ulama dan Kiai penting untuk memberikan landasan keagamaan kepada masyarakat agar mempunyai niat ibadah dalam membantu program pemerintah," tandasnya.
Marwan juga meminta agar pengasuh pesantren se Jatim mencetak santri menjadi kader NU di tingkat desa. Kader tersebut nantinya yang turun untuk mengembangkan potensi di setiap desa.
"Pesantren juga bisa diberdayakan dengan melakukan kegiatan pelatihan bagi santri dan warga desa lainnya, di bidang pengelolaan dan pengembangan usaha produktif berbasis pertanian dan ekonomi kreatif perdesaan," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































